Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 19 August 2016 14:10
Arta Jingga - Bali Tribune
bupati
Keterangan Gambar: 
Bupati Tabanan, Ni Luh Eka Wiryastuti Eka, didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Anggota DPD RI, Cok Ratmadi, serta Anggota DPR RI, I Made Urip, saat hadir serangkaian pelaksanaan Ngaben Massal di Banjar Cau Desa Tua Marga, Kamis (18/8).

Tabanan, Bali Tribune

Warga Banjar Pakraman Cau, Desa Tua, Marga menggelar ritual Pitra Yadnya berupa Ngaben Massal (bersama,red). Upaya warga dimaksud mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryasti, saat hadir ke lokasi dimaksud, Kamis (18/8). Bupati Eka mengatakan, selain untuk penghematan biaya upakara, Ngaben masal merupakan cerminan semangat kebersamaan dan gotong-royong desa bersangkutan masih terjalin kuat.

Dia menambahkan, atas semangat yang ditunjukkan itu maka sepatutnyalah dijadikan suri tauladan bagi warga khususnya umat Hindu yang ada di wilayah Tabanan. Dalam kesempatan itu, Bupati Eka menyaksikan langsung semangat warga ngaturang ayah di balai banjar setempat. Hadir pula Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Anggota DPD RI, Cok Ratmadi serta Anggota DPR RI yang juga warga setempat, I Made Urip.

“Kebersamaan dan semangat gotong-royong yang begitu kental di masyarakat menumbuhkan semangat saya untuk lebih keras lagi di dalam mewujudkan pembangunan menuju masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi. Ini mencerminkan bahwa masyarakat Cau sangat mendukung Pemerintah Kabupaten Tabanan yang saya pimpin saat ini,”ucap Bupati Eka. Dia menambahkan, segala sesuatu yang ditujukan untuk pembangunan di masyarakat mesti didasarkan atas rasa tulus dan ikhlas.

Rasa itu pastinya akan membawa ketenangan dan kemudahan dalam melaksanakan pembangunan.

Selain itu ungkap Bupati Eka, rasa yang tulus dan ikhlas akan menimbulkan pikiran positif karena, tanpa pikiran positif segala pembangunan tidak akan bisa terlaksana. “Bekerjalah dengan rasa tulus dan ikhlas serta munculkan pikiran positif antar warga, sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama bisa terwujud sesuai harapan,” pungkas Eka.

Ketua Panitia Pitra Yadnya Ngaben massal, I Ketut Tantrayana, menyebutkan, ritual ini diikuti oleh 28 sawa serta 38 ngelungah (ngelangkir). Ritual ini merupakan agenda rutin banjar setempat tiap enam tahun sekali. “Saya mewakil masyarakat berharap, agar Bupati Eka memperhatikan apa yang menjadi kekurangan dan kendala kami, serta bersedia membantu apa yang menjadi kendala dan kekurangan kami,”ucap Tantrayana dalam laporannya.