Bupati Giri Bangun Budaya Komunikasi ‎Terbuka - Duduk Bersama Tanpa Ada Sekat dan Pembatas‎ | Bali Tribune
Diposting : 4 April 2016 15:38
I Made Darna - Bali Tribune
BERBAUR - Bupati Giri Prasta berbaur dengan anggota DPRD Badung, kepala SKPD dan awak media saat mengikuti sidang paripurna pengesahan lima Ranperda, Jumat (1/4) lalu di Gedung DPRD Badung.

Mangupura, Bali Tribune

Sejak dilantik menjadi Bupati Badung pertengahan Februari lalu, ‎Bupati Nyoman Giri Prasta membawa banyak perubahan di lingkungan Pemkab Badung. Salah satunya gaya berkomunikasi. Bupati Giri Prasta melakukan komunikasi sejajar dengan siapa pun. Tanpa ada garis batas pemisah. Contoh nyata yakni saat mengikuti sidang paripurna pengesahan lima Ranperda, Jumat (1/4) di Gedung DPRD Badung.

Setelah sidang selesai, Bupati Giri langsung berbaur dengan anggota DPRD Badung, Kepala SKPD dan awak media. Bupati Giri duduk makan dalam suatu ruangan. Pemandangan ini tak biasa. Sebab, Bupati dan Wabup, pimpinan dewan, serta pimpinan forum komunikasi daerah lainnya selalu disediakan ruang makan khusus. Namun, Bupati Giri Prasta tetap memilih berbaur dalam satu ruangan biasa. Momen ini menjadi perhatian banyak awak media.

Sambil ngobrol ringan, suasana santai penuh keakraban dibangun Bupati Giri Prasta sesekali diselingi bercanda dan tertawa bareng. Di meja makan, Bupati Giri Parasta juga mengajak anggota dewan berbicara dari hati ke hati tentang kondisi Kabupaten Badung.

“"Untuk apa harus ada sekat dan batas satu sama lain. Kita semua ingin Badung maju dan sejahtera. Tidak selalu harus formal,” kata Bupati Giri Prasta disela-sela acara makan bersama dengan anggota DPRD Badung.

Menurut Giri Prasta, makan bersama bisa dijadikan sarana tepat untuk memecahkan masalah. ‎Suasana yang rileks mampu membuat pikiran tenang. Dikatakan, komunikasi adalah kunci utama dalam melakukan segala sesuatu. Jika komunikasi lancar dan baik, maka semuanya bisa tercapai.

“Saya tegaskan, anggota dewan adalah bagian dari unsur penyelegara Pemerintahan Daerah yang merupakan mitra kerja strategis pemerintah. Dewan menjadi aspek penting dalam membangun suatu daerah. Jadi, sesering mungkin komunikasi harus dilakukan,” ujar Bupati Giri Prasta yang juga mantan Ketua DPRD Badung dua periode itu.

Sementara itu, juru bicara Pemkab Badung, AA Gede Raka Yuda mengungkapkan, budaya komunikasi politik yang dilakukan Bupati Giri Prasta bersama Wakil Bupati (Wabup) Ketut Suiasa ini merupakan teladan bagi pegawai di lingkungan Pemkab Badung dalam memberikan pelayanan.

Sesuai tagline Bupati saat baru dilantik, yaitu RAS (Responsif, Adaptif dan Solutif). Bupati ingin menunjukkan bahwa komunikasi ‎tidak boleh tersumbat. “Kadang masalah terjadi karena kurang komunikasi. Nah, dengan apa yang dicontohkan Bapak Bupati, seluruh pegawai di Badung hendaknya memberikan pelayanan terbaik. Tanpa ada batas dan sekat,” tutur Gung Raka.