Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 11 July 2017 21:46
I Made Darna - Bali Tribune
Porsenides
Keterangan Gambar: 
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Porsenides Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, yang ditandai dengan pemukulan gong di Lapangan Umum Desa Bongkasa, Minggu (9/7).

BALI TRIBUNE - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Porsenides (Pekan Olahraga dan Seni) Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, di Lapangan Umum Desa Bongkasa, Minggu (9/7). Kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta disambut 10 Beleganjur dari Sekaa Gong masing-masing banjar yang ada di Desa Bongkasa serta dimeriahkan dengan 50 penari Sekar Jepun dan Barong Dance yang merupakan ciri khas seni dan budaya di Desa Bongkasa.

Turut hadir Ny. Seniasih Giri Prasta, anggota DPRD Badung IB. Made Sunarta dan I Nyoman Dirgayusa, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I Gst. Ngr. Surya Jaya beserta Muspika Kecamatan Abiansemal, anggota DPR RI I Wayan Koster, Pengurus DPD PDIP Bali IGN Alit Kusuma Kalakan, Wakil Ketua DPC PDIP Badung Bagus Sucipta, para Perbekel se-Kacamatan Abiansemal, pengelingsir Griya dan Puri serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Badung menyampaikan, kepastiannya untuk menjadikan Desa Bongkasa sebagai Desa Wisata serta memberi apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Porsenides (Pekan Olahraga dan Seni) ini, dengan harapan dapat menggali bibit-bibit yang berprestasi, sehat dan sportifitas untuk mencari persahabatan. Dalam bidang Seni, Bupati siap membantu Sekaa Teruna di masing-masing banjar yang membutuhkan gong.

“Gong memiliki banyak manfaat untuk para generasi muda agar mempunyai kesibukan untuk melakukan latihan tabuh yang nantinya akan dipakai di adat apalagi akan menjadi Desa Wisata dan secara otomatis dapat menghindari hal-hal yang bersifat negatif seperti mabuk-mabukan, geng motor dan penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.

Di samping membuka Porsenides Desa Bongkasa Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga menyerahkan dana hibah sebesar Rp. 7.368.000.000 kepada 6 banjar di Desa Bongkasa sebagai bantuan pembangunan. Penyerahan bantuan hibah ini merupakan komitmen untuk mendukung pembangunan di Desa sehingga masyarakat tidak lagi mengeluarkan biaya. Bupati juga telah mengambil kebijakan untuk menuntaskan seluruh pembangunan di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat di Badung dan mulai tahun 2018 nanti juga mengambil kebijakan untuk memberikan gaji kepada Pemangku Pura Kahyangan Tiga se-Badung.

Ketua Panitia Putu Gede Pande Prayika melaporkan, Porsenides Desa Bongkasa tahun 2017 dengan tema “Melalui Porsenides kita wujudkan Desa Bongkasa yang Adi Mantra (Aman Damai Indah Menuju Masyarakat yang Sejahtera)”, yang dilaksanakan dari tanggal 1 Juli s/d 17 Agustus tahun 2017 dengan jenis lomba seperti; pertandingan Volly, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Lari Lantas Alam, Catur, Lari Karung, Tarik Tambang PKK, Lomba membuat Gebogan, Tamiang, Janur, Klabang Mantri, Lomba Mekidung Anak dan Lomba Peragaan Busana Adat ke pura.

Jumlah peserta 580 orang yang berasal dari 10 banjar yang ada di Desa Bongkasa. Adapun tujuannya antara lain; meningkatkan kecintaan pada NKRI secara umum dan Desa Bongkasa secara khusus, meningkatkan persaudaraan dan kebersamaan di Desa Bongkasa, meningkatkan solidaritas di intern banjar se-Desa Bongkasa serta menumbuhkan dan meningkatkan minat dan bakat generasi muda baik di bidang Olahraga maupun Seni.

Perbekel Bongkasa I Ketut Luki dan Pimpinan BPD I Wayan Astika menyampaikan, pelaksanaan Porsenides Desa Bongkasa telah direncanakan setahun yang lalu melalui program RPJM dan dilanjutkan dengan RKP Desa serta disusun dalam APBDes yang merupakan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan pemuda Desa Bongkasa dalam rangka membangun Desa melalui Seni, budaya dan Olahraga, sehingga dapat mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan Olahraga untuk menuju masyarakat yang sehat dan cerdas. Untuk kedepannya Porsenides akan dilaksanakan secara rutin setiap 2 tahun sekali dengan harapan dapat menggali potensi masyarakat baik itu gotong royong, kebersamaan dan kerjasama masyarakat di zaman globalisasi ini.