Diposting : 7 August 2018 21:08
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
I Gede Sukarta
BALI TRIBUNE - Bali Villa Association (BVA) sebagai “The DNA of Bali Quality Tourism” ini berkeinginan tercapainya penguatan pariwisata Bali yang berbudaya, berkualitas dan berkelanjutan baik dari segi produk, pelayanan dan pengelolaan. Ketua BVA, I Gede Sukarta mengatakan, asosiasi villa ini juga berperan serta dalam meningkatkan kualitas pariwisata Bali dengan memberikan pelayanan kamar dan produk-produk berkualitas.
 
Namun dalam hal tersebut, kemampuan SDM villa pun harus ditingkatkan agar mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada wisatawan. "Bagaimana kita menjamin SDM yang memberikan pelayanan ini karena secara umum tamu yang menginap di villa adalah high class. Maka BVA berperan meningkatkan kulitas pelayanan," tegasnya saat perayaan HUT BVA yang ke-12 di Badung, Kamis (26/7).
 
Disamping itu dikatakan Sukarta, BVA juga berkeinginan agar pemerintah turut mendukung peningkatan kualitas atau quality tourism di Bali tersebut dari berbagai aspek terutama infrastruktur. 
"Kami tetap secara agresif mengembangkan SDM dan produk-produk kita, juga kualitas kamar yang kita jual, restoran dan juga spa. Namun memang ada tantangannya," ucapnya yang juga general manager salah satu villa di Kabupaten Badung ini.
 
BVA pun kata dia minta diberikan kesempatan agar bisa berperan dan bersinergi dengan pemerintah serta stakeholder untuk peningkatan kualitas pariwisata Bali. "Untuk kualitas ini maka tahun 2018 kami menambah kepengurusan BVA di 5 kabupaten dan kami kukuhkan. Kenapa banyak yang kami libatkan untuk berperan melakukan kerjasama. Sebab semakin banyak yang berperan maka sustainable tourism akan tetap terjaga," katanya.
 
Menurut Sukarta, pariwisata berkelanjutan dan berkualitas ini akan membawa dampak pada kesejahteraan masyarakat Bali. "Berikan kesempatan pada kami untuk berperan meningkatkan kualitas ini. Dengan demikian wisatawan yang datang berkualitas sehingga pendapatan daerah dan para pekerja juga akan meningkat," tambah Sukarta.
 
Di Badung saat ini lanjut dia mengatakan masih banyak adanya villa yang tidak memiliki kelengkapan izin operasional. Hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas pelayanan kepada wisatawan. Disamping itu pula jika villa yang tidak memiliki izin maupun izin operasionalnya kurang lengkap ini tetap dibiarkan maka akan mempengaruhi pendapatan pajak daerah. "Juga berdampak pada asas keadilan. Sebab villa-villa yang berizin ini membayar pajak. Jika dibiarkan akan merugikan villa yang membayar pajak," cetusnya.
 
Pada perayaan HUT BVA tahun ini juga dilakukan dengan mengapresiasi 11 tokoh pariwisata Bali, yang telah berkontribusi nyata terhadap kemajuan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan juga mengadakan seminar pariwisata yang berjudul “Sustainable Tourism” yang diikuti 350 peserta dari berbagai stakeholder pariwisata, termasuk akademisi dari berbagai sekolah tinggi dan pelatihan pariwisata di Bali.
 
Sementara itu, pihaknya juga mendukung konsep “one island one manajement” yang diwacanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, sebagai solusi bersama untuk Bali yang maju, mandiri dan terarah. Konsep ini akan membawa Bali ke tingkat selanjutnya dan diharapkan seluruh komponen masyarakat Bali agar dapat mendukung pengimplementasian konsep dan program tersebut.
 
Menurutnya, konsep berkelanjutan harus ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian utama dari tujuan setiap stakeholder pariwisata. Bagaimana caranya? Misalnya untuk kebijakan produk sebaiknya perusahaan membuat produk sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga dapat mendatangkan laba, tetapi pada saat yang sama tidak merugikan bahkan sebaiknya menguntungkan masyarakat dan lingkungan.