Diposting : 28 April 2016 11:49
San Edison - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Nyoman Sugawa Korry

Denpasar, Bali Tribune

Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada tanggal 23-27 Mei mendatang. Untuk suksesi kepemimpinan yang kembali digelar di Pulau Dewata ini, partai berlambang pohon beringin itu dikabarkan membutuhkan anggaran sebesar Rp85 miliar.

Lantas, dari mana dana sebesar itu didapatkan Partai Golkar? Konon, untuk menutupi biaya pelaksanaan Munaslub ini, Partai Golkar membebankan kepada kadernya yang ingin tampil sebagai calon ketua umum, untuk menyetor sumbangan. 'Mahar' tersebut nilainya kisaran Rp5 miliar hingga Rp10 miliar per kandidat.

Dikonfirmasi tentang mahar politik ini, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry, enggan berkomentar banyak. Ia berkilah, berkaitan dengan sumbangan yang diwajibkan kepada para calon ketua umum, sepenuhnya merupakan kewenangan DPP Partai Golkar untuk memberikan penjelasan.

"Kami tidak bisa mengomentari hal itu. Biar tidak salah. Soal sumbangan atau apapun itu, merupakan ranah DPP Partai Golkar untuk mengomentarinya," ujar Sugawa Korry, kepada Bali Tribune di Denpasar, Rabu (27/4).

Menurut dia, pihaknya hanya fokus pada teknis pelaksanaan Munaslub, setelah DPP Partai Golkar menunjuk Pulau Dewata sebagai tuan rumah. "Jadi sebagai tuan rumah, kami fokus pada persiapan teknis saja. Dan seluruh persiapan sudah hampir final kami lakukan," tutur Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng itu.

Walau Sugawa Korry membantah, namun H Mahyudin yang merupakan salah satu calon ketua umum Partai Golkar, sempat membeberkan mahar politik ini saat berkesempatan memaparkan visi dan misi di hadapan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Hanya saja, ia menepis jika itu adalah bentuk mahar politik. Itu disebutnya sebagai sumbangan.

"Ini bukan mahar politik, tapi sumbangan. Tetapi kalau bisa itu disederhanakan lagi. Melihat bobot acaranya, kalau membutuhkan dana Rp85 miliar itu, ya tidak apa-apa. Tapi kalau bisa ya, bisa lebih murah lagi," tegas mantan aktivis HMI itu.

Wakil Ketua MPR RI itu bahkan mengaku bisa menyumbang dana sekitar Rp1 hingga Rp3 milliar, untuk kesuksesan pelaksanaan Munaslub ini. Demi sumbangan tersebut, Mahyudin rela menjual tanahnya di Tabanan. Kebetulan, dirinya sejak lama memiliki lahan di Tabanan.

"Saya akan melihat tanah yang ada di Tabanan, kebetulan saya ada tanah di sana. Saya bisa menjualnya, untuk menyukseskan pelaksanaan Munaslub Partai Golkar," seloroh Mahyudin.