Diposting : 16 July 2018 10:21
Agung Samudra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Sang Nyoman Ada
BALI TRIBUNE - Sebelumnya untuk proses karantina bagi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Bangli,  menggunakan tempat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Banjar Kayumabua, Desa Tiga, Susut  atau memanfaatkan bangunan yang ada di areal GOR Kubu Bangli. Namun tahun ini karantina akan ditempatkan di RSJ Provinsi Bali, di Banjar/Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli.
 
Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bangli Sang Nyoman Nada mengatakan  dipilihnya RSJP Bangli sebagai tempat karantina bagi calon Paskip karena berbagai pertimbangnya. Diantaranya masalah jarak ,kalau dari SSKB ke Lapangan Kapten Mudita jaraknya begitu jauh kurang lebih 17 KM ,sementara dari RSJP ke lapangan Kapten Mudita  hanya 1 kilo meter.
 
Selain itu  fasilitas di RSJ dinilai memadai, baik tempat tidur, ruang pertemuan hingga lapangan untuk latihan. “Baik di SKB maupun di GOr Kubu kondisi kurang representatif, belum lagi masalah air yang kembang kempis dan ketersedian tempat tidur “ jelasnya,Minggu  (15/7).
 
Papanya untuk penggunakan fasilitas RSJP tentu dengan sistem sewa dan nantinya kami rancang MoU dengan pihak RSJP  sehingga kedepanya  karantina calon Paskip bisa dilaksanakan disni.Disinggung apakah kegiatan karantina tidak terganggu dengan pelayanan di RSJ, Sang Nyoman Nada menyampaikan kegiatan tidak akan terganggu, mengingat lokasi karantina cukup jauh dari ruang perawatan RSJ.
 
Para calon Paskibraka ini akan memulai latihan pada 27 Juli, dan akan langsung menempati tempat karantina. Tahun ini anggaran untuk Paskibraka sebesar Rp 700 Juta,yang mana anggaran tersebut menurun dari tahun sebelumnya Rp 900 Juta. Seperti tahun sebelumnya, kali ini hanya mencari peserta baru sebanyak 40 orang, dan sisanya melibatkan anggota Paskibraka tahun lalu. “Mereka dilibatkan dua kali, sejatinya ini untuk mensiasati keterbatasan anggaran. Jadi untuk pembelian pakaian PDU hanya untuk yang baru, yang sebelumnya tentu masih pakaian PDU nya dan mereka hanya dapat pakaian untuk latihan,” sebutnya.