Diposting : 21 September 2016 15:18
Djoko Purnomo - Bali Tribune
PON
Keterangan Gambar: 
EMAS – Cokorda Istri Agung Sanistyarani (kanan) saat bertanding di ajang PON XIX/2016 Jawa Barat, Selasa kemarin dan meraih medali emas. Insert: Cok Istri dan sejumlah pengurus KONI Bali.

Bandung, Bali Tribune

Karateka Cokorda Istri Agung Sanistyarani mengangkat perolehan medali kontingen Bali setelah berhasil meraih medali emas di nomor kumite -55 kg cabang olahraga karate PON XIX/2016 Jawa Barat, di GOR Sabuga ITB Bandung, Selasa (20/9). Hingga kemarin, Bali telah mengoleksi 4 medali emas, 6 perak, dan 11 perunggu.

Karateka andalan Bali yang malang melintang di pelatnas ini meraiih emas setelah mengalahkan Nova Sinaga (Sumatera Utara) dengan skor 1-0. Usai laga, Cokorda Istri Agung Sanistyarani mengaku senang bisa menyumbangkan satu medali emas untuk Bali, dan perolehan medali emas ini berkat dukungan masyarakat Pulau Dewata dan para pelatih.

“Saya sangat bersyukur bisa memenangkan laga ini dan saya ucapkan terima kasih banyak atas segala doa dan dukungannya selama ini,” ujar gadis yang akrab disapa Coki ini.

Ia mengatakan, pertandingan yang berlangsung sangat sengit itu, pihaknya memilih lebih berhati-hati saat menghadapi karateka Sumatera Utara, karena lawan yang dihadapi sama-sama mengetahui tipe permainan masing-masing.

“Saya menunggu momen yang pas, agar pukulan saya bisa mengena lawan sehingga meraih angka,” ujarnya dan mengatakan dirinya memang ditarget meraih medali emas, meskipun PON XIX ini merupakan ajang pertamanya.

Setelah mengikuti ajang PON ini, Coki mengharapkan supaya kembali dipanggil Pelatnas, agar dapat mengharumkan nama Indonesia dan khusunya Bali.

Sementara manajer tim karate Bali, Armand Setiawan menambahkan kemenangan ini patut disyukuri dan perjuangan atlet dan tim ini sangat luar biasa. “Ini momen yang sangat istimewa, atas raihan emas Coki,” ujarnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan KONI Bali dan masyarakat Pulau Dewata selama ini. Ke depannya, pihaknya akan fokus kembali untuk mencapai prestasi lebih baik lagi.

Sementara itu, Putu Dedy Mahardika selaku Pelatih Karate Bali mengatakan, dalam pertandingan final itu menginstruksikan Coki untuk bermain hati-hati dengan Nova Sinaga, karena mereka sama-sama mengikuti Pelatnas Tahun 2013.

“Mereka sama-sama memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga saya menginstruksikan Coki untuk bermain cerdas. Menang 1-0 atau menang dengan skor banyak, apapun itu judulnya tetap menang,” ujarnya.

Dari data hasil klasemen pertandingan di kelas -55 kilogram, medali perunggu masing-masing didapat Desi Susanti (Jawa Tengah) dan Jihan Fitrian (Jawa Barat).

Selain Cok Istri, karateka Bali lainnya yang kemarin meraih medali yakni dan Ni Made Dwi Puspita yang mempersembahkan medali perunggu di kumite putri -61 kg setelah mengalahkan karateka asal Banten Siti Nur Azizah dengan skor 9-2.