Diposting : 10 January 2019 20:42
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
AUDENSI -- Didampingi seluruh Kasi Korem dan Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm IB Putu Diana Sukertia, SS., Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP., MSi., (tengah) menerima audiensi Pengurus DPD Peradah dan PD KMHDI Provinsi Bali di ruang kerjanya di Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Rabu (9/1).
 
BALI TRIBUNE - Sampah plastik telah menjadi masalah tersendiri bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional. Hal ini tidak hanya menjadi perhatian semua elemen masyarakat yang mendiami Pulau Bali, bahkan para delegasi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang menggelar pertemuan di Bali, Oktober 2018 lalu juga membahas dan peduli serta memberikan perhatian serius terhadap masalah sampah di Pulau Bali.
 
Demikian dikatakan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP., MSi., didampingi seluruh Kasi Korem dan Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm IB Putu Diana Sukertia, SS., ketika menerima audiensi Pengurus DPD Peradah dan PD KMHDI Provinsi Bali di Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Rabu (9/1).
 
Kehadiaran kedua organisasi pemuda Hindu tersebut dipimpin I Ketut Putra selaku Ketua Penyelenggara Gerakan Kedas Sampah Plastik, didampingi Ketua Peradah Bali Komang Agus Widiantara dan tiga anggota lainnya. Maksud dan tujuan bertemu Danrem 163/Wira Satya kali ini, terkait rencana untuk melaksanakan “Gerakan Kedas Sampah Plastik” atau gerakan pembersihan sampah plastik di kawasan Pulau Bali.
 
Menurut Ketut Putra, rintisan awal kegiatan ini fokus pada dua lokasi kawasan suci, yaitu Pura Lempuyang Luhur dan Pura Besakih Karangasem. Sampah plastik saat ini telah menjadi permasalahan tersendiri terhadap lingkungan, termasuk di kawasan suci, seperti pura, sehingga ia memohon dukungan Danrem dan jajaran dalam rangka kegiatan tersebut.
 
Gerakan Kedas Sampah Plastik juga sebagai wujud penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor: 97/Tahun 2018 terkait Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai. Kegiatan bersih-bersih sampah plastik ini akan dilaksanakan di Pura Lempuyang Luhur (12 Januari 2019) dan di Pura Besakih (2 Pebruari 2019) mendatang.
 
Menanggapi hal tersebut, Danrem sangat mengapresiasi dan merespons positif apa yang menjadi ide dan rencana dari kedua organisasi pemuda Hindu itu, baik Peradah maupun KMHDI.
 
“Keberadaan sampah plastik belakangan ini telah menjadi momok tersendiri yang harus segera ditangani dengan baik. Pendapatan Bali 68 persen bergantung pada sektor pariwisata, maka pelestarian alam lingkungan menjadi sangat penting, termasuk penanganan masalah sampah plastik,” ujar Danrem.
 
Danrem mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari konsep Tri Hita Karana, di mana sangat menyelaraskan tiga hubungan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Kegiatan ini menjadi suatu implementasi dari apa yang menjadi konsep luhur Tri Hita Karana tersebut.