Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 13 March 2018 11:17
Redaksi - Bali Tribune
BPJS
Keterangan Gambar: 
Kompol Rahmati Ismail saat menerima kue ulang tahun Ombudsman dari Komisioner Prof Adrianus Meliala, Ph.D.

BALI TRIBUNE - Tanpa terasa, Ombudsman Republik Indonesia (RI) genap berusia 18 tahun pada Sabtu (10/3) lalu. Dan Ombudsman RI Perwakilan Bali punya cara tersendiri dalam merayakan hari jadi tersebut, dengan menggelar Diskusi Tematik dengan tema; Menuju Ombudsman yang Berwibawa, Efektif dan Adil untuk Pelayanan Publik yang Berkualitas, bertempat di Kantor Ombudsman RI Bali di Jalan Diponegoro Denpasar, Senin (12/3).

Dua lembaga yang dihadirkan dalam diskusi tersebut, yaitu kepolisian dan kesehatan. Dari pihak kepolisian hadir Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Bali, AKBP Bima Ariya Viyasa, SIk, Kepala BPKB Kompol Pius Loda, SIk, Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawati Ismail, SIk, SE dab Kasat Lantas Polres Badung, AKP Ni Putu Anne. Sementara pihak kesehatan dari pihak RS Sanglah, RS Wangaya dan RSUD Mangusada. Ombudsman sendiri, hadir Komisioner Ombudsman RI Prof Adrianus Meliala, Ph.D dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab beserta jajarannya. 

Pada kesempatan tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Bali membeberkan pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh para instansi tersebut. Mulai dari pelayanan BPKB di Dit Lantas Polda Bali, Sat Lantas Polres Badung, Sat Lantas Polresta Denpasar, RS Sanglah, RSUD Mangusada dan RS Wangaya. Obudsman mengapresiasi pelayanan ketiga rumah sakit (RS) tersebut karena dalam pelayanan mereka tidak membedakan antara pasien umum dan pasien BPJS.

Sementara pelayanan BPKB dan SIM di lingkungan kepolisian juga mendapat apresiasi dari Ombudsman RI perwakilan. Bahkan, pelayanan SIM di Polresta Denpasar mendapat predikat terbaik. "Pelayanan BKPB dan SIM kategori baik. Bahkan, pelayanan SIM di Polresta ada imbauan untuk tidak menggunakan calo. Karena mendapat predikat terbaik, Kasat Lantasnya kami mohon untuk menerima kue ulang tahun Ombudsman ini," ujar Umar Ibnu Alkhatab.

Sementara Rahmawati Ismail mengatakan, predikat pelayanan SIM terbaik tersebut semoga dapat dipertahankan. "Pelayanan sudah lebih baik dari sebelumnya. Semoga tetap kami pertahankan. Pesan kami, kepada masyarakat yang membuat SIM agar datang untuk urus sendiri, jangan lewat orang lain," umbuhnya.