Bali Tribune, Senin 23 April 2018
Diposting : 17 April 2018 16:19
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Tukad
Keterangan Gambar: 
Gali Sungai – Proses pengerjaan proyek Pelebaran Jalan Imam Bonjol Denpasar.
BALI TRIBUNE - Proyek pelebaran Jalan Imam Bonjol sebagai salah satu mengatasi kemacetan di Kota Denpasar telah dikerjakan. Namun demikian, pengerjaan proyek ini ternyata sempat terkendala dengan keberadaan pipa PDAM yang tertanam di lokasi proyek tersebut. 
 
Guna mengatasi kendala adanya pipa PDAM, nantinya pipa akan direlokasi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelebaran Jalan Imam Bonjol, Ida Bagus Made Artamana mengaku memang mengalami sedikit kendala dalam pengerjaan proyek Pelebaran Jalan Imam Bonjol. Salah satunya yakni terkendala proses relokasi pipa PDAM yang tertanam di dekat proyek tersebut. 
 
Namun demikian, pihaknya melihat hal tersebut sebagai kendala yang memang biasa dalam suatu proyek. “Kendala itu kan memang tetap ada seperti yang kita jelaskan saat sosialisasi dulu, pipa PDAM, sarana yang ada di lokasi, dan persoalan lalu-lintas merupakan permasalahan yang biasa dalam pengerjaan proyek,” jelasnya Senin (16/4).
 
Meski dengan adanya kendala tersebut, pihaknya tetap melakukan pengerjaan  proyek. Bahkan sampai saat ini sudah mencapai 125 meter Tukad Teba diisi box colvert dari awal pengerjaannya. Lanjutnya, saat ini selain melakukan penggalian di aliran sungai pihaknya juga sedang proses memasang bendung gerak, pemasangan saluran trotoar bagian kiri dan kanan. “Untuk pengerjaan sampai bulan ini baru mencapai 25,4 persen. Proyek ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2018,” ujarnya.
 
Dikonfirmasi tepisah, Dirut PDAM Kota Denpasar Ida Bagus Gede Arsana mengatakan memang pengerjaan pelebaran jalan sempat terhambat akibat adanya pipa PDAM. Namun demikian pihaknya mengaku pipa tersebut akan direlokasi. Relokasi pipa sepanjang 528 meter tersebut telah disetujui. Namun untuk anggarannya ia mengaku akan ditanggung sepenuhnya dari pihak PUPR. Nantinya, pipa saluran PDAM yang sebelumnya di barat Tukad Teba bisa dipindah ke timur sungai.
 
“Anggarannya sudah diusulkan pas rapat kemarin dengan pihak PUPR. Sedangkan untuk aliran air PDAM saat ini sampai relokasi nanti tidak akan terjadi masalah. Karena kita akan pasang dulu pipa di timur sungai, ketika selesai baru kita salurkan langsung. Sehingga pipa yang di barat sungai bisa dibongkar,” tandasnya.