Diposting : 11 June 2019 13:52
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Bali Tribune/ Workshop pembuatan film di Desa Pedawa.
balitribune.co.id | Denpasar -  Kesan Desa Pedawa di wilayah Bali sisi utara, yang pernah identik dengan tindak kekerasan kini kian memudar, tergantikan oleh sikap keramah-tamahan yang dibarengi kreativitas yang semakin berani dan eksperimental.
 
Hal ini dibuktikan dari hasil workshop pembuatan film yang dilakukan oleh para remaja di Desa Pedawa, pekan lalu dalam dua hari selama 30 jam yang berlangsung lancar dan menarik. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan ini, selain menjadi pemain di dalam film, para muda-mudi Desa Pedawa juga mulai tertarik menuliskan ide cerita, mengembangkan cerita itu sampai ke proses persiapan dan produksinya, hingga post-produksi.
 
Workshop pembuatan film ini dilaksanakan secara swadaya oleh Minikino dengan menggandeng Kelompok Pencinta Alam (KPA) Kayoman Pedawa, kelompok setempat yang aktif mendorong kegiatan kreatif. Kegiatan ini bertempat di rumah adat Bandung Rangki, Desa Pedawa, Buleleng.
 
Melalui kegiatan ini, Minikino mengajak remaja Pedawa berkenalan dengan produksi film pendek dengan menggunakan teknik “one-shot”, yaitu sebuah teknik produksi film dengan cara sekali rekam sampai akhir film. Walaupun terkesan sederhana, namun untuk menggunakan teknik ini para peserta ditantang untuk merencanakan dan mempersiapkan dirinya dengan ide cerita, rencana blocking, serta hal-hal teknis lainnya dengan selengkap-lengkapnya.
 
Karena, kalau terjadi kesalahan ketika proses rekam berjalan, maka adegan terpaksa diulang kembali secara keseluruhan. Proses pengeditannya pun akan mengedepankan teknik ini tanpa ada pemotongan, sehingga penonton dapat menyaksikan dan mengagumi kesinambungannya.
 
Direktur Program Minikino Fransiska Prihadi menyampaikan, tema “one-shot” ini memang secara sadar dipilih, karena ingin menempa peserta untuk lebih serius, terutama di proses perencanaan dan persiapannya. “Kalau ada yang cuma setengah-setengah, pasti merasakan akibatnya pada saat produksi. Kami tidak menargetkan sebuah hasil yang profesional, namun pengalaman ini dipastikan menjadi bekal berharga untuk semua peserta, kalau suatu hari mereka berinisiatif membuat produksi film lagi,” katanya.
 
Workshop hari pertama diawali dengan pembekalan materi oleh Direktur Minikino Edo Wulia yang menjelaskan tentang sejarah film pendek dan dasar ­elemen di dalam film. Peserta juga diberikan informasi perkembangan film pendek di dunia saat ini, agar menyadari apa yang mereka bisa lakukan dengan karya film pendek, dengan pemahaman yang lebih mendalam.
 
Perbekel Desa Pedawa Sudarmaja menuturkan, kegiatan workshop ini sangat bagus, selain mendorong kreativitas warga desa, khususnya anak muda, kegiatan seperti ini juga secara tidak langsung mengikis anggapan masyarakat tentang Desa Pedawa yang dulu.
 
Wayan Sukarta selaku pemilik rumah adat tempat dilaksanakannya workshop, menambahkan, jika kegiatan seperti ini sering dilakukan, anak muda Pedawa akan memiliki lebih banyak lagi pilihan kreativitas untuk berkegiatan.