Diposting : 12 October 2018 08:22
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Rombongan delegasi IMF mengunjungi cagar budaya Pura Desa Batuan Sukawati.
BALI TRIBUNE - Memasuki hari keempat pertemuan IMF-World Bank, para delegasi berkesempatan mengunjungi sejumlah objek wisata di Gianyar. Pada kesempatan pertama rombongan  mengunjungi cagar budaya Pura Desa Batuan Sukawati, Kamis (11/10).
 
Rombongan disambut tarian Tari Panyembrama dan pengalungan bunga oleh Wakil Bupati Gianyar AA Gde Mayun, yang pada kesempatan itu didampingi Kadis Pariwisata Gianyar, AA Ari Bhrahmanta, Camat Sukawati, AA Gde Raka Surya Diputra,  Kepala Desa Batuan Sukawati I Nyoman Netra dan  Bendesa Desa Adat Batuan I Made Djabur.
 
Selama 30 menit rombongan dapat melihat-lihat situs purbakala yang ada di sana. Untuk mengetahui sejarah dan  nilai historis yang ada di situs tersebut, rombongan juga didampingi penerjemah yang selalu sigap menjawab setiap pertanyaan. Selain itu, rombongan juga berkesempatan melihat secara langsung  aktivitas krama desa ngayah persiapan prosesi upacara Saraswati yang jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (13/10).
 
Dipilihnya  objek wisata cagar budaya di Pura Desa Batuan Sukawati sebagai salah satu destinasi kunjungan, ditanggapi antusias oleh Bendesa Adat Desa Batuan, I Made Djabur. Pada kesempatan itu ia mengaku sangat bangga menerima kunjungan delegasi dari berbagai negara tersebut.
 
Meski tidak ada persiapan khusus, namun untuk memberikan pelayanan terbaik mulai dari pecalang, pedagang maupun pengunjung diimbau menjaga ketertiban dan kebersihan. Namun, meski ada kunjungan khusus, objek wisata ini masih terbuka untuk kunjungan wisatawan lain. Hanya jalur masuknya dibedakan.
 
Sedangkan terkait pengamanan, pihaknya telah menyiagakan pecalang dibantu pihak kepolisian. “Tingkat kunjungan wisman ke Pura Desa Batuan saat ini rata-rata 2.000 orang per hari, masih dominan wisatawan China,” jelas I  Made Djabur.
 
Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun juga menyambut baik kunjungan delegasi IMF dan World Bank kesejumlah objek wisata di Kabupaten Gianyar.  Menurutnya, kunjungan ini memberi keuntungan yang tidak sedikit terutama promosi pariwisata.
 
Mereka sangat menikmati culture heritage ,dimana nantinya secara tidak langsung mereka akan mempromosikan keindahan objek wisata di Gianyar di negaranya yang tentu saja berdampak pada meningkatnya pendapat terutama di sektor pariwisata.
 
Hal senada ditegaskan Kadis Pariwisata Gianyar, AA Ari Bhramanta, kunjungan delegasi IMF dan World Bank berdampak positif pada meningkatnya jumlah kunjungan wisata. Namun diakui tidak secara instan atau langsung meningkat, tapi akan dirasakan tahun-tahun mendatang. Bagaimana para delegasi itu bercerita tentang keindahan Bali khususnya Gianyar di negaranya masing-masing, hal itulah yang diharapkan.
 
 Ditambahkan Ari Bhramanta, dari 33 objek wisata yang akan dikunjungi delegasi IMF dan World Bank di Bali, 13 di antaranya merupakan di Gianyar. Pada kunjungan kali ini, setelah mengunjungi Situs Purbakala di Pura Desa Batuan, delegasi juga mengunjungi Gallery Marka Ubud, dan Puri Lukisan Ratna Warta Ubud.