Diposting : 27 February 2018 08:46
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Pendidikan
Keterangan Gambar: 
Rumah Berdaya - Aktifitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Berdaya Denpasar beberapa waktu lalu.

BALI TRIBUNE - Pegangan visi dan misi Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan menjadi inspirasi dalam setiap lini pembangunan Denpasar.

Dengan slogan “Kota Ku Rumah Ku” menjadi balutan di setiap luncuran program Walikota, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakilnya, IGN Jaya Negara secara berkesinambungan terus berupaya memaksimalkan pembangunan dari tingkat lingkungan masyarakat.

Kini, di usianya yang ke-230 tahun, Kota Denpasar memiliki empat ‘Rumah’ yang mampu menginspirasi sebagai wadah pemberdayaan dan kreativitas bagi seluruh masyarakat, bahkan masyarakat dengan kebutuhan khusus turut mendapat fasilitas secara maksimal. Adapun keempat wadah yang dikemas dengan istilah rumah tersebut bernama Rumah Berdaya, Rumah Kemasan, Rumah Pintar dan Rumah Belanja. Tentunya keseluruhan program bertujuan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Demikian disampaikan, Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Bagian Humas Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana saat di wawancarai pekan lalu.

Lebih lanjut dikatakan Hendar, Denpasar Design Center (DDC) milik Pemkot Denpasar di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melalui Rumah Kemasan telah mampu mempasilitasi 4.460 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Jumlah tersebut dari tahun 2013 sampai saat ini dengan pelayanan konsultasi, e-commerce dan kemasan.

Bahkan, dalam upaya memaksimalkan pemasaran dan promosi, DDC juga melayani UKM dan IKM dengan membuat Rumah Belanja.   “Meski telah dipromosikan secara online, namun juga terus mengarahkan para tamu hingga para turis untuk mengunjungi Rumah Belanja,’’ jelas Hendar. Adapun DDC memberikan pelayanan yakni kemasan, konsultasi, HKI, e-commerce, rumah belanja dan teknopark. Ruang lebih besar dan luas untuk membantu masyarakat Kota Denpasar. Maka mulai 2013 lalu sudah memfasilitasi 4.460 UKM-IKM dengan berbagai keperluan.

Sementara, dalam menunjang memaksimalnya Pendidikan di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga turut mendirikan Rumah Pintar tahun 2010 silam. Tujuannya sebagai sarana untuk pembelajaran bagi siswa dan masyarakat yang peduli pendidikan berbasis Iptek.

Selain itu memotivasi anak dan generasi muda untuk berkreasi serta sebagai ikon atau maskot Denpasar di bidang pendidikan. “Rumah Pintar ini  diharapkan dapat dijadikan Co Working Space atau sebagai tempat kerja bersama antar peneliti-peneliti muda. Pencapaian siswa sekolah dalam karya penelitian dan berhasil meraih medali tingkat Internasional menjadi kebanggan dan tidak disangka seluruh masyarakat,” papar Hendar.

Dijelaskanya, secara reguler menggelar berbagai program di bidang pemajuan pendidikan di Kota Denpasar. “Rumah Pintar , sebagai pusat penelitian anak muda,  para pelajar hingga mahasiswa dimana kegiatan pelaksanaanya  dilakukan dengan sistem kerja kelompok,” ungkapnya. Selain sebagai pusat kegiatan belajar di Kota Denpasar, Rumah Pintar ini juga kerap menggelar berbagai lomba di bidang pendidikan. Seperti halnya tahun 2018 ini digelar lomba karya tulis.

“Kami memfasilitasi kegiatan baik lomba maupun kegiatan yang memacu semangat kreatif kalangan pelajar, termasuk ketrampilan , lomba –lomba , dan sebagainya,” terangnya.

Sedangkan khusus untuk masyarakat penderita Skizofrenia, Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan mendirikan Rumah Berdaya. Dengan adanya Rumah Berdaya ini,  diharapkan dapat memutus stigma masyarakat terhadap Penyandang Skizofrenia dengan memberikan berbagai pelatihan meningkatkan kreatifitas para Penyandang Skizofrenia. Disamping itu juga memberikan pendekatan lewat terapi aktifitas kelompok yang melibatkan mahasiswa sekolah kesehatan di Denpasar hingga diluar Kota Denpasar.

“Keberadaan Rumah Berdaya Denpasar menjadi tujuan bersama dalam memutus stigma negatifr masyarakat terhadap Penyandang Skizofrenia dengan memberikan wadah untuk berkreativitas, sehingga tetap dapat produktif dalam pikiran postif,’’ kata Hendar.

Lebih lanjut dikatakan dari jumlah Penyandang Skizofrenia yang berada di Rumah Berdaya telah mampu diberdayakan bersama lewat pendampingan dari dr. I Gusti Rai Putra Wiguna bersama Dinas Kesehatan Denpasar. Hal ini juga tak terlepas dari keterlibatan insan kreatif yang ada, sehingga beberapa Penyandang Skizofrenia telah dapat bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungannya, serta telah mampu menunjukan prestasi dalam bidang menulis.

Pendekatan lewat terapi aktifitas kelompok melibatkan mahasiswa sekolah kesehatan juga sangat berperan dalam memberikan dukungan untuk selalu percaya diri dan mampu bersosialisasi. “Kreativitas Penyandang Skizofrenia juga kita rangkul dan ikut mempromosikan seperti produk dupa, daur ulang sabun hotel, tas daur ulang, hingga kaos,’’ pungkasnya.