Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 17 June 2016 14:24
Agung Samudra - Bali Tribune
lomba
Keterangan Gambar: 
SAMBUT - Wabup Sedana Arta sambut tim penilai lomba desa tingkat provinsi.

Bangli, Bali Tribune

Sebagai duta Bangli dalam lomba desa tingkat provinsi, Desa Katung, Kintamani, Kamis (16/6) dinilai oleh tim penilai tingkat provinsi Bali. Kedatangan tim penilai yang diketuai oleh Kepala BPMPD Provinsi Bali Ir. Ketut Lihadnyana, MM disambutr oleh  Wakil Bupati Bangli , Sang Nyoman  Sedana Arta, anggota DPRD Bangli I Ketut Mastrem, Kepala BPMPD Bangli Dewa Agung Riana Putra, Kadiskes Bangli dr. Nengah Nadi, Wakil Ketua TP PKK Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Perbekel Desa Katung Wayan Warsana.

Wabup Sedana  Arta mengatakan lomba desa  merupakan kompetisi dan evaluasi hasil pembangunan desa yang bersifat mendorong  usaha kebersamaan dan keswadayaan gotong royong yang wajib dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang. Oleh karenanya lomba desa diharapkan dapat dimaknai dengan baik sehingga dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui kemandirian desa, keberlanjutan pembangunan, daya saing dan kesejahteraan masyarakat desa. Lomba desa dimaksudkan untuk menguatkan partisipasi, kerjasama serta kemandirian masyarakat dalam pembangunan desa, yang ditandai dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di tiga bidang, yakni pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

Kata Wabub Sedana Arta, saat ini Bangli merupakan satu-satunya Kabupaten di Bali yang dijadikan percontohan penggunaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dalam pelaksanaan pembangunan desa. Ini membuktikan perangkat desa di Kabupaten Bangli sudah selangkah lebih siap menggunakan teknologi dalam pelaporan keuangan desa.

Ketua tim penilai Ir. Ketut Lihadnyana, MM mengatakan, partisipasi serta keswadayaan masyarakat harus dijadikan piranti dalam pemberdayaan masyarkat sehingga dapat mengakselerasi pembangunan di desa. Sehingga tujuan dari perlombaan desa bukan semata-mata untuk mengejar prestasi melainkan untuk mengevaluasi tingkat perkembangan masyarakat,  mendorong penguatan peran lembaga pemerintahan dan kemasyarakatan serta memberi apresiasi kepada masyarakat desa yang telah berinovasi dan berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lomba desa tahun ini, akan dilakukan penilaian dan evaluasi terhadap keberhasilan pembangunan dalam tiga bidang, yakni bidang pemerintahan, bidang kewilayahan, serta bidang kemasyarakatan. “Kita ingin peserta lebih menonjolkan inovasi dan prestasi bukan seremonial. Jangan sampai setelah lomba, desa punya banyak utang,” harapnya.