Diposting : 21 June 2018 23:02
Agung Samudra - Bali Tribune
I Ketut Garis
I Ketut Garis

BALI TRIBUNE - Mayoritas penduduk di Desa Maniklyu, Kecamatan, Kintamani, Bangli  bergerak di sector pertanian. Salah satu komiditi pertanian yang ditekuni warga yakni kopi dan jeruk. Selain itu warga Desa Manikliyu juga  menggeluti peternakan sapi.  Untuk menunjang sektor pertanian, pemerintah desa setempat melalui alokasi dana desa (ADD)  fokus pada pembanguanan jalan produksi pertanian.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Manikliyu I Ketut Garis, Rabu (20/6). Kata I Ketut Garis, untuk tahun 2018 Desa Manikliyu menerima  ADD sebesar Rp 1,5 Miliar. Dana ADD dimanfaatkan untuk perbaikan fasilitas umum salah satunya pembanguanan jalan produksi pertanian.  Tahun ini dibanguan jalan produksi pertanian di subak pangsut  dengan panjang hampir 800 meter  dengan space rabat beton dengan menghabiskan anggran Rp 90 juta. Selain itu juga dibangun jalan produksi pertanian di Munduk Dukuh Sari sepanjang hampir 400 meter dengan space rabat beton dengan menghabiskan anggran Rp 60 juta. Disamping itu juga sedang digarap pembukanan jalan baru di Munduk Abang sepanjang hampir 1 Kilo meter.

Menurut Ketut Garis, dengan dibangunnya jalan produksi sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Dimana harga jual hasil pertanian lebih tinggi ketimbang sebelum tersedianya akses jalan. Ia memcontohkan disaat panen jeruk, pembeli kini bisa langsung ke kebun.sehingga petani tidak lagi dipotong biaya ongkos angkut. “Jalan produksi pertanian sangat dirasakan manfaatanya oleh masyarakat kami,” ungkapnya.

Disinggug bantuan yang diterima Desa Manikliyu. Selain  ADD, juga mendapat bantuan dana desa dari pemerintah pusat sebesar Rp 700 juta  dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa pakraman Rp 225 juta dan bantuan subak Rp 250 juta. ”Di Desa Manikliyu ada lima subak tiap subak mendapat bantuan Rp 50 juta,” jelas I Ketut Garis.