Diposting : 9 April 2018 18:00
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
budaya
Keterangan Gambar: 
MEMBAJAK - Wisatawan sedang mengikuti aktivitas membajak sawah disalah satu desa wisata di Kabupaten Bangli

BALI TRIBUNE - Promosi pariwisata yang akan menghadirkan pembeli dari tour operator (TO) luar negeri atau lebih dikenal Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2018 ini tidak hanya mempromosikan produk-produk pariwisata seperti hotel, restoran, obyek wisata namun juga memperkenalkan desa wisata yang ada di Pulau Bali. Ketua Panitia BBTF 2018, I Ketut Ardana di Badung beberapa waktu lalu mengatakan, promosi pariwisata yang berlangsung setiap tahun di Nusa Dua, Badung ini akan menampilkan 9 desa wisata di Pulau Dewata.

Masing-masing kabupaten/kota di Bali pada BBTF 2018 disyaratkan untuk ikutserta mempromosikan potensi desa wisata di daerahnya. Pasalnya, desa wisata akhir-akhir ini menjadi salah satu produk wisata menarik dan banyak diminati oleh wisatawan asal Eropa, Amerika, Asia dan domestik.

Ardana mengakui bahwa pelaksanaan BBTF sebelumnya tidak mengikutsertakan desa wisata menjual produknya saat ajang tersebut. Pemerintah kota/kabupaten di Bali wajib menampilkan 1 desa wisatanya pada event BBTF. Kedepannya, kata dia setiap pelaksaan BBTF desa wisata yang dipromosikan akan digilir.

"BBTF tahun lalu tidak ada menampilkan desa wisata. Kami bersama-sama Badung sebagai host BBTF 2018 berinisiatif menghadirkan desa wisata. Setiap kabupaten ada 1 desa wisata yang ditampilkan secara bergantian," terang Ardana.

Tujuan dilibatkannya desa wisata pada BBTF 26-30 Juni 2018 mendatang dikatakan Ardana, untuk memperkenalkan potensi di desa tersebut kepada wisatawan baik itu domestik dan mancanegara. "Karena sebenarnya obyek itu kan ada di desa. Jika berbicara desa wisata apapun yang mereka (wisatawan) minati apakah alam, budaya, orang-orangnya ada di desa," katanya

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu mengatakan, meskipun suatu destinasi itu telah dikenal wisatawan namun promosi tetap diperlukan. Dia mencontohkan sebuah produk minuman yang populer di seluruh dunia pun masih kerap dipromosikan. Hal itu untuk meyakinkan dan mengingatkan konsumen bahwa produk tersebut tetap eksis. "Promosi itu harus tetap dilakukan," tegasnya.