Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 15 September 2016 14:41
redaksi - Bali Tribune
terminal
Keterangan Gambar: 
PANTAU - Dewan dan PU pantau kawasan timur Terminal Batubulan yang langganan banjir luapan, Rabu (14/9).

Gianyar, Bali Tribune

Banjir luapan yang terus menggenangi badan jalan dan areal timur Terminal Batubulan, Sukawati, untuk sekian kalinya dipantau oleh kalangan DPRD Gianyar. Kali ini Komisi II DPRD Gianyar ingin memastikan agar Pemkab Gianyar serius untuk memastikan tidak ada lagi banjir yang mengusik aktivitas warga tersebut.  

Sebagaimana setiap hujan turun, bencana banjir lupan selalu terjadi di jalan sebelah timur Terminal Batubulan. Ironisnya lagi, banjir luapan kerap terjadi di musim kemarau, lantaran saluran got juga berfungsi untuk saluran irigasi. Menyikapi itu,  Komisi II DPRD Gianyar yang dipimpin Ketua Komisi II Wayan Gde Sudarta langsung melakukan pemantauan  ke lokasi dengan dampingan Dinas PU dan instansi terkait lainnya. 

Melihat kondisi di lapangan, Ketua Komisi II Wayan Gde Sudarta menegaskan jika banjir lupan itu merupakan  masalah serius yang perlu segera dicarikan solusinya. Terlebih lokasinya dekat dengan pintu masuk wilayah kabupaten Gianyar.  Karena itu, pihaknya langsung melibatkan Dinas PU untuk memastikan apa sebenarnya penyebab banjir itu dan bisa segera mengambil langkah perbaikan. 

Disebutkan, banjir yang sering melanda kawasan itu, terutama saat musim hujan disebabkan kurang sadarnya masyarakat yang masih membuang sampah ke got. Selain itu, saluran irigasi ini berfungsi ganda, yakni sebagai saluran irigasi aktif sekaligus pembuangan limbah masyarakat. Pun demikian, keberadaan jaring pembatas sebagian besar sudah tak berfungsi maksimal. “Untuk sementara, kami minta agara Dinas PU untuk membuat sodetan-sodetan  baru,” jelasnya. 

Untuk selanjutnya, keberadaan badan  jalan yang posisinya lebih rendah dari got  diharapkan disikapi.  Dan untuk ke depannya, posisi jalan itu wajib  dinaikkan, sehingga air bisa langsung mengalir ke dalam got. “Namun, kesadaran seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke dalam got juga sangat penting. Apalagi di daerah itu adalah padat,” harapnya.

Lanjutnya, persoalan banjir tersebut sudah pernah dibahas antara eksekutif dengan legistatif dengan harapan bisa segera diselesaikan. Bahkan, pihak dewan terus mendorong dan memperjuangkan anggaran untuk perbaikan.  Bahkan pihaknya akan berjuang untuk penganggaran di   tahun 2017.