Diposting : 13 March 2019 15:34
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ MEMERANGI - Saat pelaku pariwisata Bali dihadapan tour operator di Eropa menegaskan komitmennya memerangi sampah plastik sekali pakai
Badung, Bali Tribune – Seni, budaya dan alam Bali dipamerkan diajang promosi pariwisata terbesar di dunia yaitu ITB Berlin pada beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Yuniartha menegaskan bahwa ITB Berlin merupakan momentum yang baik selain untuk menggaet lebih banyak pasar Eropa yang berkualitas juga sebagai ajang menjelaskan kepada dunia internasional mengenai Bali telah konsen dan peduli terhadap bahaya sampah plastik. Bahkan berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai yang telah diimplementasikan di Bali sejak awal tahun 2019. 
 
"Kita berani menyuarakan dan mengklarifikasi pemberitaan negatif tentang Bali terutama masalah sampah plastik yang sempat diberitakan terlalu negatif dan juga dimanfaatkan oleh oknum kompetitor kita dalam melakukan black campaign untuk Bali. Ini juga menjadi misi kita bersama dalam sales mission di ITB Berlin," katanya dalam siaran persnya, Selasa (12/3).
 
Dia menjelaskan bahwa Bali serius mengurangi sampah plastik melalui Pergub Nomor 97 Tahun 2018 sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi sampah plastik sekali pakai. Promosi pariwisata Bali di ITB Berlin diyakini mampu mencuri perhatian mayoritas industri pariwisata dunia yang sedang berkumpul di ajang tersebut. 
 
Di ITB Berlin terdapat pelaku industri pariwisata dari 180 negara di 5 benua dengan sebanyak 1000 pembeli yang berkualitas. Disamping itu terdapat 10.000 peserta pameran dan mencapai 165.000 pengunjung yang sedang berada di Kota Berlin. 
 
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, IGN Rai Suryawijaya mengungkapkan saat promosi di ITB Berlin tidak sedikit media asing dan para blogger yang melontarkan pertanyaan terkait keamanan di Bali. "Dalam menyebarkan informasi positif tentang Bali saat ini sangat diperlukan mengingat ketatnya persaingan destinasi di Asean seperti Laos, Filipina, Myanmar dan Kamboja telah mengenjot pariwisatanya. Jangan sampai destinasi kita tertinggal," katanya.
 
Rai menyampaikan, pada April 2019 mendatang bertepatan bulan Pilpres diperkirakan akan ada rasa ketakutan dari wisatawan karena situasi politik. Namun kondisi kunjungan akan membaik saat musim liburan mulai bulan Juni hingga beberapa bulan ke depan. Dengan demikian promosi masih harus tetap dilakukan. Mengingat destinasi lainnya di dunia juga melakukan hal yang sama. "Kita harus mengejar ketertinggalan kedatangan wisatawan asing ke Bali pada periode Januari-Maret," tegas Rai.
 
Sebab pada periode ini kunjungan wisatawan asing ke Bali sebanyak 15 ribu orang rata-rata per hari. Sedangkan untuk mencapai target 8 juta yang ditetapkan untuk Bali oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2019 ini harus ada sebanyak 21.918 wisatawan asing per hari. "Ini yang harus kita kejar untuk mencapai target dari kementerian. Sedangkan Provinsi Bali sendiri menargetkan 7 juta kunjungan turis asing ke Bali tahun ini namun untuk Badung menargetkan 6,8 juta turis asing," bebernya.