Diposting : 25 June 2019 14:10
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ BOMBARDIR - Petugas gabungan Damkar Gianyar, Provinsi Bali, Denpasar, Badung, Klungkung, dan Bangli membombardir sumber asap pada tumpukan sampah di TPA Temesi
balitribune.co.id | Gianyar - Hari Senin (24/6) kabut asap kebakaran di TPA Temesi masih menyelimuti warga Desa Lebih akan menggelar demo, ditanggapi serius oleh Pemkab Gianyar.  Di hari batas waktu terakhir kemarin, sedikitnya belasan Armada Damkar Gabungan, Gianyar, Badung, Denpasar, Provinsi Bali, Klungkung dan Bangli menyerbu TPA Temesi untuk melakukan pemadaman dari segala arah.
 
Pantauan di TPA Temesi, Senia sore, sedikitnya sebelas unit armada yang terdiri drai delapan truk air Damkar serta tiga mobil semprot pick-up  berjibaku memadamkan api draui berbagai. Armada tersebut terdiri dari 3 unit Damkar Gianyar, 3 Unit drai Damkar Badung,  2 unit dari Damkar Denpasar,  Priovinsi, Klungkung dan Damkar Bangli. Proses pemadaman dipantau langsung Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra dan jajarannya. “Pemadaman kali ini, kami harap dapat menuntaskan   titik-titik sumber asap hinga malam hari. Kalaupun masih ada yang tercecer tentu akan kami lanjutkan serta pemantauan setiap hari,” ungkap Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra.
 
Diakuinya, jika bencana kebakaran sampah di TPAa temesi ini sangat rentan terjadi apalagi saat musim panas dan kemarau dengan kondisi gunungan sampah yang sudah overload karena hampir semua sampah terangkut ke TPA temesi, jadi kemungkinan disebabkan gas metan yang dihasilkan sampah ditambah jenis ragam sampah kering. Mengantipasi  bencana yang asama di kemudian hari, Kujus mengimbau tokoh masyarakat dan kepala desa untuk membantu mengedukasi dan mengajak masyarakat mulai menangani sampah dari sumbernya, rumah tangga. “Saya ingin mengajak dan mengimbau para tokoh masyarakat, kepala desa saatnya sudah kita mulai melakukan penanganan sampah dari sumbernya  yaitu di rumah tangga,” wantinya berulang kali.
 
Ditambahkan oleh Kepala UPTD Persampahan DLH Kabupaten Gianyar, I Ketut Bambang Suandi, seiring usaha maksimal yang telah dilakukan petugas terkait, pihaknya juga meminta maaf dan mohon kesabaran warga, khususnya kepada  warga Desa Lebih. Lebih lanjut diharapkan warga harus membuang pola lama penanganan sampah, yaknai kumpul, angkut dan buang.  Satu-satunya solusinya, dihulu harus ada perbaikan sistem dan di TPA juga akan dilakukan revitalisasi.
 
Perbekel Lebih Ni Wayan Geria Wahyuni juga membenarkan adanya keinginan masyarakat desanya untuk menggelar aksi demo. Namun beruntung, pihaknya bisa meredam emosi masyarakat. Pihaknya berharap, penanagan asap mendapat prioritas, sebaba warganya tidak akan mungkin bisa dihalau jika bencana kabut asap terus menyelimuti desanya. Bahkan, ad arencana jika hingga hari Senin asap masih juga  berhembus, aksi demo warga akan dilaksanakan.
 
Sebagaimana diberitakan, Kobaran Api ditumpukan sampah yang menggunung di RPH Temesi Gianyar, resahkan warga, Senin (10/6) dinihari Api besar meletuskan percikan api hingga memicu ratusan titik api ke seluruh areal perbukitan sampah. Petugas Damkar yang menurunkan tiga armada utama dengan teknis menyedot lempar air irigasi, baru berhasil memadamkan beberap titik api dan mengepung bara api dengan pembasahan hingga matahari mulai terbit. Namun, Beberap jam dan hingga berita ini ditulis bara api dibalik gunung sampah terus menyembulkan asap. 
https://www.instagram.com/hondafansbali/