Diposting : 19 October 2018 17:24
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Petugas saat mengevakuasi jenazah bule asal Rusia, Alexander Sadkov yang tewas bunuh diri.
BALI TRIBUNE -  Warga Perumahan Intan Permata Residence Jalan Pura Masuka nomor B4 Ungasan, Kuta Selatan, Kamis (18/10) pukul 08.00 Wita gempar. Seorang bule asal Rusia bernama Alexander Sadkov (42) ditemukan tewas gantung diri.
 
Korban menjerat lehernya menggunakan tali nilon yang diikatkan pada besi di halaman belakang rumah. Dia ditemukan gantung diri pukul 08.30 Wita oleh perempuan yang juga asal Rusia bernama Julia Martynova (26). Dugaan kuat korban memilih jalan pintas untuk menemui ajalnya karena masalah percintaan.
 
“TKP-nya di  rumah yang dikontrak Julia. Sedangkan korban tinggal di sebelah rumah saksi sejak Februari lalu,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu Muh. Nurul Yaqin siang kemarin.
 
Melihat kejadian tersebut, Julia kemudian memberitahukan kepada temannya Hanun untuk melapor ke Polsek Kuta Selatan. “Hasil olah TKP dan pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal korban gantung diri karena masalah percintaan tapi motif pastinya masih memintai keterangan saksi-saksi,” ujarnya.
 
Sementara informasi yang berhasil dihimpun BALI TRIBUNE -  di lapangan mengungkapkan, Alexsander Sadkov sudah 9 bulan tinggal sendirian di rumah kontrakan di Jalan Pura Matsuka Perumahan Intan Permata Residence Nomor B-5 Ungasan, Kuta Selatan. Selama tinggal disana, diam-diam korban “jatuh hati” dengan seorang wanita asal Rusia Julia Martynova (26), tetangganya yang tinggal di rumah kontrakan Nomor B'4. Namun ternyata Julia tidak merespon karena terpaut usia. "Walau korban sudah sering datang ke rumahnya, saksi Julia menganggapnya sebagai teman,” ujar seorang sumber kemarin.
 
Diduga frustrasi cintanya tidak ditanggapi, Alexsander nekat mengakhiri hidupnya dengan jeratan tali nilon. Pria bernomor paspor 725286760 itu nekat gantung diri di pagar belakang rumah Julia. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RS Sanglah untuk diotopsi.