Diposting : 3 January 2018 19:38
Khairil Anwar - Bali Tribune
lpd
Keterangan Gambar: 
LAPOR - Nasabah LPD Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng melapor ke Polres setempat, Selasa (2/1) atas menghilangnya Kepala LPD Bangkang, Gusti Bagus Ngurah Wibawa diduga membawa uang nasabah ratusan juta rupiah.

BALI TRIBUNE - Sejumlah nasabah LPD Bangkang, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng melapor ke Polres Buleleng, Selasa (2/1) terkait menghilangnya Kepala LPD Bangkang, Gusti Bagus Ngurah Wibawa setelah diduga membawa kabur uang milik nasabah berjumlah ratusan juta rupiah.

Salah seorang korban, Luh Seneng (72) yang tinggal di Banjar Tista, Desa Baktiseraga, Buleleng, mengaku tidak bisa mangakses uang sebesar Rp4 juta yang ditabung di LPD Bangkang. Selain Seneng, dua warga Desa Baktiseraga yang mengalami nasib serupa ikut melaporkan Ngurah Wibawa ke Polres Buleleng.

Seneng yang sehari-hari berjualan sayur untuk menghidupi keluarganya, mengaku uang hasil jualannya sebagian ditabung di LPD tersebut. “Kalau anak-anak pulang, mereka juga ngasih uang ke saya kadang Rp500 ribu. Saya simpan juga di LPD. Sekarang uangnya terancam hilang setelah Ketua LPD tidak jelas keberadaannya,” ungkap Seneng saat melapor, kemarin.

Hal yang sama disampaikan Kadek Wartini (42) asal Dusun Tista, Desa Baktiseraga. Ia mengaku mengetahui Kepala LPD Bangkang kabur saat hendak menabung pada bulan November tahun lalu. Oleh petugas ia disarankan tidak menabung karena pimpinan LPD kabur dan tidak jelas keberadaannya.

”Saya hendak nabung namun dicegah oleh petugas setempat dengan alasan pimpinan LPD kabur,”ujar Wartini yang mengaku memiliki  tabungan sejumlah Rp 77 juta.

Sesuai informasi tersebut, Wartini bersama nasabah lainnya melaporkan hal itu kepada Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada dan disarankan menunggu hasil paruman (rapat) terkait kasus tersebut. ”Hasil paruman menyepakati untuk melaporkan kasus itu polisi,” jelas Wartini.

Klian Desa Pakraman Bangkang, Gede Gelgel yang ikut mendampingi warganya melapor, mengaku sudah berupaya mencari Gusti Bagus Ngurah Wibawa, namun hasilnya nihil. Menurut Gelgel, total dana yang diselewengkan oleh Gusti Wibawa diperkirakan mencapai Rp807 juta.

”Kami sudah menduga sejak awal ada penyelewengan tersebut dan sempat minta pertanggung jawaban namun tidak direspon Gusti Bagus Ngurah Wibawa,”ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng mengatakan, usai menerima laporan langsung bergerak mengumpulkan sejumlah barang bukti. Bahkan,katanya, dalam waktu dekat tim yang menangani kasus tersebut segera turun mengumpulkan dokumen yang akan dijadikan bahan untuk mulai melakukan penyelidikan.

”Untuk sementara para nasabah itu, hanya sebatas konsultasi dan melapor secara resmi. Namun sudah kami sarankan untuk membuat laporan pengaduan di SPKT. Yang jelas kami akan turun mencari dokumen untuk memastikan unsur pidananya,” tutup Mikael Hutabarat.