Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 11 December 2017 20:56
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Jenazah
Keterangan Gambar: 
Jenazah Michael John Appleton saat dibawa ke rumah sakit.

BALI TRIBUNE - Seorang wisatawan asing penumpang kapal boat Dwi Manunggal 3 dari Sanur menuju Nusa Penida, tewas di dalam boat, Sabtu (9/12) lalu. Wisman berkebangsaan Inggris bernama Michael John Appleton (66) ini tewas diduga kena serangan jantung. Korban menetap sementara dengan  alamat Banjar Bodong, Desa  Ped, Kecamatan Nusa Penida. 

Menurut penuturan awak kapal boat Dwi Manunggal 3, yang juga menjadi saksi kejadian ini, I Made Dolar (35), warga  Banjar Nyuh Desa Ped, Nusa Penida, dan kapten kapal Kadek Komo  (40), asal Banjar Telaga, Desa Kutampi, Nusa Penida, kejadian berawal sekira pukul 16.00 Wita di mana  korban naik  kapal boat Dwi Manunggal 3 dari sanur dengan tujuan Nusa Penida.

Kata saksi, saat itu korban duduk di kursi yang  ada di dalam boat. Namun, setibanya di Pelabuhan Dermaga  Banjar  Nyuh, saat penumpang seluruhnya sudah turun, salah seorang penumpang yaitu korban sendiri  tetap duduk di kursi tanpa bergerak  sedikitpun.

Melihat hal terrsebut,  kedua saksi kemudian berinisiatif membawa korban turun dari kapal dan dilarikan dengan mobil ambulans menuju Rumah Sakit Pratama. Saat korban diperiksa oleh dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ketut Suastika,SH, dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya wisatawan asing yang meninggal di tempat duduk kapal boat Dwi Manunggal 3, yang datang dari Sanur menuju Nusa Penida.

“Korban wisatawan asing bernama Michael John Appleton (66) diketahui meninggal dunia saat diturunkan dari kursi kapal boat Dwi Manunggal 3 saat merapat di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida,” bebernya seraya melaporkan kasus meninggalnya wisatawan asing tersebut ke Polres Klungkung.

Kompol Suastika menyebutkan, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pratama untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Penyebab korban meninggal berdasarkan keterangan dokter Rumah Sakit Pratama Nusa Penida diduga terkena serangan jantung,” pungkasnya.

Jenazah korban menurut keluarganya masih disemayamkan di RS Pratama seraya menunggu keluarga korban lainnya dari Inggris  apakah akan dibawa ke Inggris atau dikremasi di Nusa Penida.