Diposting : 11 September 2017 20:07
Made Ari Wirasdipta - Bali Tribune
GWK
Keterangan Gambar: 
Patung GWK yang masih termutilasi

BALI TRIBUNE - Pihak pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Patung Garuda Wisnu diharapkan bulan Juni 2018 sudah kelar penggarapannya.

Setidaknya patung yang dipastikan jadi tertinggi di dunia dangan ketinggian mencapai 120 meter dari atas tanah atau 145 meter dari permukaan laut tersebut diharapkan jadi suguhan nyata bagi pengunjung ke GWK.

"Jika bagian kepala rampung paling telat Oktober atau Nopember ini, maka step selanjutnya pemasangan sayap dan badan. Kita harap Juli tahun 2018 nanti Patung GWK sudah bisa dinikmati oleh pengunjung,"terang Direktur PT Garuda Adhimatra Indonesia (Gain) Seno Andhikawanto, selaku pengelola dari GWK Cultural Park belum lama ini.

Dipaparkannya saat ini kulit patung yang sudah terpasang sudah sekitar 191 unit modul, dari 754 modul yang direncanakan terpasang. Bulan September ini pihaknya mengaku akan menaikkan sebanyak 30 sampai 40 modul berikutnya. "Selama ini dalam pengerjaannya tidak mengalami kendala. Termasuk dalam step pemasangan modul," yakinnya.

Kata dia tim teknis maupun pihak Nyoman Nuarta selaku penggagas dan kontraktor terus membahas metode kerja baik kecepatan maupun peralatan yang disiapkan. "Kami optimis tahun depan Patung GWK yang akan menjadi ikon baru bagi Bali dan Indonesia bisa terwujud,"ujarnya.

Diakuinya penyelesaian pembangunan patung GWK memang berkaitan dengan perhelatan IMF World Bank, yang akan digelar di Nusa Dua Oktober tahun 2018. Jika patung tersebut selesai dibangun, pihaknya meyakini akan ada peningkatan kunjungan wisatawan menjadi 3 kali lipat dibanding saat ini.

Diterangkannya kunjungan perhari wisatawan ke GWK berkisar 2000-3000 orang. Hal tersebut berkaca pada target kunjungan jumlah wisatawan ke Bali pada tahun 2017 mencapai 6 juta dan pada tahun berikutnya tentu akan meningkat kembali. Apalagi target kunjungan wisatawan secara nasional pada tahun 2019 mencapai 8 juta orang   wisatawan asing dan lokal rata-rata 7 sampai 8 juta orang.

"Kami yakin kunjungan akan meningkat 5000 sampai 6000 kunjungan perhari, jika patung selesai digarap,"tegasnya.

Seiring dengan ini, Ia sangat berharap akses jalan menuju objek wisata GWK dan lainnya di Badung Selatan bisa ada perbaikan atau perluasan. Karena selama ini jalan menuju kawasan GWK di Pecatu sudah semakin krodit.

"Jika jalan lingkar di Kuta Selatan terealisasi, secara otomatis arus lalulintas dapat dipecah. Supaya kemacetan tidak berpindah ke destinasi lainnnya,"pungkasnya.