Diposting : 1 February 2018 18:20
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Pura
Keterangan Gambar: 
Nengah Tamba
BALI TRIBUNE - Dua short cut dipastikan akan dibangun di Bali tahun 2018 ini. Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali Nengah Tamba, mengingatkan agar short cut tersebut tidak asal dibangun, namun harus mempertimbangkan sisi estetikanya sehingga turut mendukung daya tarik wisata di Bali.
 
"Astungkara, dua short cut akan segera dibangun. Dari 10 short cut yang kita usulkan, baru dua yang diakomodir pusat. Kita berharap, short cut ini dibangun dengan indah, mempertimbangkan sisi estetika," ujar Tamba, melalui jaringan WhatsApp, Rabu (31/1).
 
Ia pun berterima kasih kepada pemerintah pusat, karena usulan dari Bali ini dapat diakomodir, meskipun belum semuanya. "Meski baru dua short cut yang akan dibangun, kita tetap apresiasi. Tentu ini akan dibangun bertahan ke depan," tegas politikus Partai Demokrat asal Jembrana ini.
 
Beberapa hari sebelumnya, menurut Tamba, Komisi III DPRD Provinsi Bali bertandang ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk konsultasi terkait rencana pembangunan short cut Mengwi Tani. Tamba sendiri yang memimpin rombongan dewan ketika itu.
 
Mereka diterima MESDM Bina Marga Kementerian PUPR Desi, Kasi Gemetri Pembangunan Faisal, dan Kasi Pemrograman PSS Hendro. Dari konsultasi tersebut, diketahui bahwa dari 10 usulan DED yang diajukan sebelumnya, pada tahun 2018 hanya dua titik yang akan dikerjakan yaitu di titik 5 dan 6.
 
"Pengerjaan kedua short cut ini dijadikan satu," papar Tamba, yang juga bakal calon anggota DPR RI dengan tagline Tamba Menuju Senayan (TMS).
 
Pihak Kementerian PUPR pada kesempatan tersebut menyampaikan adanya perubahan DED dari sebelumnya. Perubahan dilakukan karena desain yang direncanakan menggunakan flyover dan memakan banyak anggaran.
 
"Selain itu, dari segi keselamatan juga sangat berbahaya karena berada di ketinggian 80 meter, lebih tinggi dari Jembatan Bakung," jelas Tamba.
 
Short cut ini dimulai dari Pura Yeh Ketupat sampai Masalah di Wanagiri, dengan panjang 1800 meter. Short cut menggunakan kontrak design and build seperti di underpass Tugu Ngurah Rai. Proyek ini merupakan pembangunan jalan baru, dari rencana akan dibangun dua jembatan dengan panjang 75 meter (bahan beton gilder) dan 200 meter (bahan baja), dengan ketinggian 25 meter.
 
"Anggaran proyek ini sudah masuk di DIPA Kementerian PUPR dengan nilai sebesar Rp 158,7 miliar di tahun 2018. Proyek ini direncanakan menggunakan anggaran multiyears dan dilanjutkan tahun 2019," kata Tamba.
 
Sampai saat ini, sudah dilakukan penyelidikan lahan dan ditargetkan Maret sudah rampung, dilanjutkan proses lelang. "Targetnya, April sudah mulai proses pengerjaan," pungkasnya.