Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 19 July 2016 14:02
redaksi - Bali Tribune
gria
Keterangan Gambar: 
DIKSA PARIKSA - Bupati IGA Mas Sumatri bersama Ida Bhawati Wayan Widana dan Ida Bhawati Ni Nengah Repin usai menjalani ritual diksa pariksa di Gria Wana Giri Manik Mas Manggis belum lama ini.

Amlapura, Bali Tribune

Upacara Rsi Yadnya Pediksaan/Padwijatian Ida Bhawati Wayan Widana bersama istri Ida Bhawati Ni Nengah Repin berlangsung di Gria Wana Giri Manik Mas Kecamatan Manggis pada Wrhespati Kliwon Ukir belum lama ini.

Upacara ini dihadiri oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, PHDI Karangasem I Wayan Astika, Camat Manggis Ida Nyoman Astawa, Perbekel Manggis, Kepala SKPD Terkait dan Warga Pasemetonan Bendesa Manik Mas serta undangan lainnya.

Menurut Kelihan Dadia Bendesa Manik Mas Desa Manggis, I Nengah Siring, sebelumnya Ida Bhawati Wayan Widana bersama istri sudah melaksanakan Pewintenan Ekajati naik menjadi Ida Bhawati pada Hari Rabu Wage Kalawu 11 November 2015 di Merajan Alit Manik Mas. “Dan mereka juga dalam rangkaian upacara Dwi Jati menjadi Pandita telah melaksanakan Diksa Pariksa oleh PHDI Karangasem pada tanggal 10 Juli 2016 lalu,”terangnya.

Hadir menyaksikan diksa pariksa itu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Dalam sambutannya dia mengatakan, upacara ini merupakan yadnya yang utama untuk menuju kesucian kehidupan di dunia.

“Sane mangkin iriki titiang sareng nyaksinin tur melarapan manah suci nirmala, sareng-sareng ngrastitiang ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mangda yadnya sane dahat mautama puniki kasidaning don, manut ring pengaptin muang tetujon druwene sareng sami,” kata Bupati Sumatri.

Dia juga menyampaikan semakin banyak sulinggih di Bali sudah tentu umat Hindhu semakin mudah melaksanakan upacara dan upakara agama, jadinya semakin dekat umat meminta petunjuk-petunjuk Tattwa, Susila dan tentang upakara yang disebutkan dalam agama. Ke hadapan Ida Bhawati Wayan Widana serta Istri, Bupati Sumatri berpesan, setelah menjadi Sulinggih senantiasa berbuat yang terbaik bagi kesucian umat serta kepanditaan yang ia miliki. “Karena pandita akan menjadi teladan pada semua umat,”ucapnya.

Upacara Pediksaan ini dilaksanakan oleh Ida Pandita Nabe Sri Rastra Jaya Wiguna dari Griya Tri Dharma Giri Asrama desa pekraman Pupuan Tabanan. Pada hari ini juga dilaksanakan upacara ngeresigana dang ngeranjingan daging di Gria Wana Giri Manik Mas yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Bupati IGA Mas Sumatri. Pada kesempatan ini Bupati menyerahkan punia sebesar Rp. 2 Juta yang diterima pengelingsir Dadia I Nengah Siring.

Menurut pengurus Pesemetonan Bendesa Manik Mas I Ketut Kasih, tujuan dari Upacara Dwijati ini tidak hanya untuk ngloka pala sraya (memuput upacara) saja, tetapi untuk membuat kesucian diri kita dalam rangka ngastiti Ida Sanghyang Widhi Wasa demi kedamaian dan ketentraman dunia. Kasih juga menyebutkan saat ini Di Kabupaten karangasem pesemetonan Bendesa Manik mas berjumlah 57 dadia yang memiliki krama kurang lebih 1.500 KK.