Diposting : 15 December 2018 08:11
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
LAUNCHING - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri saat melaunching program BPNT.
BALI TRIBUNE - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melanuching program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat penerima manfaat, Jumat (14/12). Program BPNT ini merupakan bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-warong yang ditetapkan pemerintah.
 
“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah kepada rakyatnya untuk pengentasan kemiskinan secara terpadu,” ungkap Mas Sumatri saat melaunching program BPNT di Wantilan Kantor Bupati Karangasem tersebut.
 
Terkait dengan BPNT ini, pihaknya melarang keras masyarakat yang menerima manfaat BPNT berupa beras dan telur tersebut menjadi uang tunai. “Jangan coba-coba berkolaborasi dengan warung untuk menukar bahan menjadi uang. Ini tidak boleh,” ujarnya mengingatkan sembari meminta  progam BPNT tersebut harus diawasi bersama, agar bantuan dari pemerintah tersalur tepat sasaran dan bermanfaat .
 
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, Puspa Kumari, menyebutkan jika BPNT ini selain bertujuan untuk meningkatkan ketepatan kelompok sasaran, juga untuk memberikan  gizi yang lebih seimbang. Memberikan banyak pilihan dan kendali kepada rakyat miskin, mendorong usaha eceran rakyat, serta memberikan jasa keuangan pada rakyat miskin serta mengefektifkan anggaran. “Selain itu, penyaluran bantuan non tunai juga kami harapkan dapat berdampak bagi peningkatan kesejahteraan dan kemampuan ekonomi penerima manfaat,” sebutnya. 
 
Puspa Kumari menambahkan, bahwa penerima manfaat di Karangasem tercatat sebanyak 22.771 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). KPM ini mengalami peningkatan lebih kurang 800 KPM bila dibandingkan dengan jumlah KPM bansos Rastra sebelumnya sebanyak 21.834 KPM. Diakhir acara Bupati Mas Sumatri berkesempatan menyerahkan secara simbolis kartu KKS kepada Keluarga penerima manfaat dan menunjukan cara langsung kepada masyarakat dalam menggunakan kartu ATM untuk bertransaksi membeli pangan di e-warong.