Bali Tribune, Sabtu 19 Agustus 2017
Diposting : 3 June 2016 11:20
Robby Patria - Bali Tribune
Wiraputra
Keterangan Gambar: 
AAN Alit Wiraputra

Denpasar, Bali Tribune

Sebagai induk organisasi dari organisasi perusahaan dan organisasi pengusaha yang berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam bidang perekonomian, Kadin Bali dinilai perlu menyikapi 5 permasalahan.

Ketua Kadin Bali AAN Alit Wiraputra mengatakan permasalahan tersebut, di antaranya persoalan infrastruktur dalam mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, masalah sampah yang belum tertangani secara profesional, kebutuhan air bersih yang belum tercukupi, dan pengelolaan limbah sektor pariwisata yang belum transparan.

Di samping itu, terdapat beberapa persoalan lainnya seperti masalah abrasi pantai di Bali yang sudah mengkhawatirkan, energi yang ramah lingkungan, pemerataan investasi dan pembangunan dan masalah penguasaan lahan-lahan yang besar dan strategis oleh sebagian investor yang tidak dimanfaatkan secara maksimal saat ini.

“Contohnya lahan di Denpasar, lahan milik pemerintah di Jembrana, Tabanan, Buleleng serta beberapa lahan swasta nasional yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sedangkan izin Hak Guna Bangunan (HGB)-nya telah terbit,” ungkapnya, Kamis (2/6).

Wiraputra menjelaskan, pertumbuhan perekonomian Bali tiap tahun selalu di atas rata-rata nasional. Kendati demikian, hal itu tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan adanya pemerataan ekonomi.

Mengacu hal tersebut, menurutnya tema Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2016 Kadin Bali ini sengaja mengangkat tema ‘Peran Kadin Dalam Mewujudkan Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Bali”.  

Dari Rampinprov ini, Wiraputra menyebutkan Kadin akan merekomendasikan 5 poin penting, yakni perlunya adanya pembangunan Bali Trade and Promotion Centre yang merupakan etalase dunia usaha Bali, fasilitas pendidikan dan pelatihan industri manufaktur kecil (IKM) dan pembangunan sentral parkir di kawasan perkantoran dan wisata.

Sedangkan 2 hal penting lainnya adalah pembangunan sarana dan prasarana ekspor-impor, termasuk pelabuhan laut dan udara dan promosi pariwisata yang berkelanjutan sehingga Bali menjadi destinasi utama di Indonesia.

Rencananya, dalam Rapimprov Kadin 2016 yang dilaksanakan di Wiswa Sabha, kantor Gubernur ini menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya; Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko serta Kapolda Bali Sugeng Priyanto.