Bali Tribune, Sabtu 19 Agustus 2017
Diposting : 10 August 2017 19:46
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
LLAJ
Keterangan Gambar: 
PELOPOR LALIN - Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Gede Astika, bersama anggota DPRD Kota Denpasar, Ketut Suteja Kumara, berfoto bersama dengan para pelajar SMA/SMK se-Kota Denpasar, yang mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ tahun 2017 di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Rabu (9/8).

BALI TRIBUNE - Dinas Perhubungan Kota Denpasar mengadakan pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) Kota Denpasar tahun 2017 di aula utama Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Rabu (9/8).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Gede Astika mengatakan, kegiatan ini  untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap perilaku pelajar dalam disiplin berlalu lintas. Pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ ini harus dilakukan, karena  permasalahan yang sering dihadapi di Kota Denpasar, yakni kemacetan, kebersihan, kependudukan dan pedagang kaki lima, serta pencemaran udara.

Dampak yang paling banyak dihadapi di perkotaan dengan bergesernya fungsi lahan di beberapa ruas jalan, akibat perkembangan dari pembangunan yang sulit dibendung. ‘’Denpasar merupakan jalur lalu lintas dari kabupaten lainnya, sehingga menimbulkan berbagai persoalan, seperti meningkatnya kepemilikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari tahun ke tahun,’’ kata Astika.

Menutur Astika, beberapa pelajar berperilaku ugal-ugalan tanpa memperhatikan rambu dan marka jalan, sehingga sering  menimbulkan kecelakaan. Mengatasi permasalahan tersebut, selain pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ, Dishub juga telah melakukan beberapa upaya di antaranya menata lalu lintas dengan rekayasa lalu lintas pada beberapa ruas jalan tertentu di Denpasar,  untuk keselamatan pemakai jalan dengan memasang fasilitas lalu lintas, seperti rambu, marka jalan dan pelican crossing dan guardrail.

Di samping memasang rambu dan marka, pihaknya juga mengecat marka dan memasang rambu pada jalan yang belum terpasang. Pihaknya juga memasang marka disabilitas di kawasan pendidikan, pasar, pariwisata, rumah sakit dan pedestrian. Untuk mengedukasi anak-anak usia dini, pihaknya membangun taman lalu lintas yang berlokasi di Lapangan Lumintang.

Selain itu, Dishub juga melakukan pembinaan dan penyuluhan keselamatan lalu lintas angkutan jalan ke sekolah-sekolah, dan juga menyediakan lajur roda dua, pengadaan RHK dan zona selamat sekolah di beberapa kawasan sekolah, memperbaiki pedestrian pelajar kaki sepanjang jalan Gajah Mada dan ruas jalan lainnya, serta mengadakan penataan ruas jalan untuk parkir di jalan umum.

Dengan diselenggarakan pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ diharapkan Astika, para pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas menjadikan contoh di Kota Denpasar yang peduli terhadap keselamatan generasi muda sebagai pewaris pembangunan di masa depan. Untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan lancar juga diperlukan partisipasi dari semua masyarakat sendiri.

Sementara Ketua Panitia, Ketut Sriawan, yang juga Kabid Dal Ops LLAJ Dishub Denpasar, menyatakan, pemilihan pelajar pelopor keselamatan LAJ ini untuk mengurangi angka kecelakanan lalin dan menjadikan pelajar sebagai pelopor duta keselamatan berlalu lintas di Kota Denpasar, menurunkan jumlah pelanggaran lalin dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap perilaku pelajar dalam disiplin berlalu lintas. ‘’Yang mengkuti pemilihan pelajar pelopor keselatam lalu lintas ini, yaitu para pelajar tingkat SMA/SMK se-Kota Denpasar sebanyak 40 orang dari 20 sekolah,’’ ujar Sriawan.

Salah satu pelajar Andrew Alvaro Harun dari SMA Kristen harapan Denpasar, yang notabena mewakili Denpasar ke tingkat nasional dalam ajang pemilihan pelajar pelopor keselamatan LLAJ tahun 2016 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, mengungkapkan tahun ini tak ikut dan kali ini hanya memberikan materi terkait dengan apa yang diraihnya pada tahun lalu. ‘’Saya akan memberikan bagaimana pengalaman tahun lalu, berkompetisi di tingkat kota, maju ke tingkat provinsi dan menjadi perwakilan Bali ke nasional,’’ tandasnya.