Diposting : 15 September 2016 14:43
Ketut Sugiana - Bali Tribune
DKP
Keterangan Gambar: 
SAMPAH - Tampak beberapa titik sampah masih teronggok belum terangkut.

Semarapura, Bali Tribune

Jika Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Klungkung tidak segera proaktif menyikapi dekatnya tenggang waktu penutupan TPA Sente di tahun 2017 nanti, dikhawatirkan DKP Klungkung bakal kelimpungan jika saatnya penutupan tersebut tiba. Pihak DKP Klungkung sudah mengupayakan mempercepat kerja sama (MoU) pemanfaatan tempat pembuangan akhir (TPA) Regional Banglet di Kabupaten Bangli. Sebab saat ini  DKP sendiri sudah  melihat fakta meningkatnya produksi sampah di Kabupaten Klungkung  apalagi di musim hari raya Galungan dan Kuningan saat ini.

Terkait kondisi tersebut Kadis DKP Klungkung Drs AA Kirana, Rabu(14/9), mengatakan, sementara ini lokasi pembuangan sampah di TPA Sente, Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan masih bisa dipergunakan. Hanya saja, Kirana harus berhitung, sebab sesuai kesepakatan dengan warga setempat, TPA Sente harus sudah direlokasi (ditutup) tahun 2017. Itu artinya TPA Sente masih bisa dipergunakan untuk waktu empat bulan ke depan. Padahal TPA Sente merupkan satu-satunya TPA yang dikelola Pemkab untuk menampung sampah masyarakat dari tiga kecamatan, Kecamatan Dawan, Klungkung dan Banjarangkan. Sementara situasi di lapangan, produksi sampah rumah tangga dan sampah masyarakat lainnya terus mengalami peningkatan. “Makanya saya saat ini sedang mempersiapkan MoU untuk pemanfaatan TPA Regional di Bangli,” tegas Kirana.

Pemanfaatan TPA Regional yang ada di wilayah Desa Bangklet Bangli itu memang tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab sebelumnya ada penolakan dari warga setempat mengirimkan sampah ke TPA Regional. Namun, sebelumnya Kirana mengatakan, Pemkab Klungkung sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali terkait pemanfaatan TPA Regional dan Kirana menyatakan, Pemprov memberi lampu hijau untuk pemanfaatan TPA Regional.

Kirana menarget, mulai 2017 mendatang, sampah sudah bisa dibawa ke TPA Regional. Sementara terkait penanganan sampah paska hari raya, Kirana pejabat asal Satria, Desa Paksebali ini menyatakan, petugas kebersihan tidak ada libur kendati hari raya. “Hari raya mereka tetap kerja, sampah sudah diambil pukul 14.00, jam 18.00 semua sudah bersih, jadi tidak ada masalah,” katanya. Namun dari pantauan dilapangan dibeberapa titik ruas jalan masih ada sampah yang belum terangkut malah berserakan.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di sela-sela acara Mimbar Gema Santhi di lapangan puputan sudah mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah setiap sampah sehingga kesannya sampah seperti tidak teranngkut. “Nantinya kita akan memberikan batasan waktu kapan warga boleh membuang sampah di TPS atau didepan rumahnya,jadi tidak setiap saat membuang sampah dan nanti akan kita berikan sangsi bagi yang melanggar,” ujarnya.