Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 24 March 2016 14:09
habit - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PERIKSA - Petugas Kepolisian saat memeriksa barang bukti pungli yang dilakukan oleh petugas gadungan di pos penjagaan Jembatan Dangin Tukadaya Jembrana, Rabu (23/3).

Negara, Bali Tribune

Belum genap sehari setelah petugas jaga di Pos Penjagaan Jembatan Dangin Tukadaya, Jembrana ditarik pada Selasa (22/3) pagi sehingga menyebabkan kekosongan pada pos pemeriksaan tonase kendaraan yang akan melintasi sisi jembatan yang jebol itu, ternyata dimanfaatkan melakukan pungli oleh dua oknum warga yang berpura-pura sebagai petugas meminta struk bukti timbangan truk.

Setelah mendengar informasi dari masyarakat mengenai adanya petugas gadungan yang mencurigakan berjaga di pos jaga sebelah barat, petugas segera mengecek ke lokasi dan mendapati dua orang warga, masing-masing seorang mengenakan pakaian dan jaket serba hitam serta memakai topi menyerupai petugas yang sebelumnya berjaga di sana diketahui berinisial KPB (36) asal Kelurahan Dauhwaru, Jembrana, dan seorang lagi berpakaian preman berinisial BPP (16) yang merupakan Pelajar SMA asal Loloan Timur, Jembrana.

Kedua orang tersebut beserta barang bukti berupa sejumlah struk tibangan dari UPT Jembatan Timbang Cekik, Gilimanuk, dan uang tunai hasil pungli sebesar Rp 288 ribu langsung diamankan ke Polres Jembrana sekitar pukul 23.15 Wita. Dari keterangan keduanya, diketahui petugas gadungan ini memulai aksinya dari pukul 22.30 Wita hingga akhirnya ditangkap polisi.

Wakapolres Jembrana Kompol Anak Agung Rai Laba saat dikonfirmasi, Rabu (23/3), membenarkan penangkapan dua gadungan tersebut. Pihaknya masih mendalami kasusnya dan masih menunggu laporan resmi dari sopir truk yang menjadi korbannya. Agar masalah seperti ini tidak terjadi lagi, pihaknya mengimbau kepada sopir truk agar tidak memberikan sesuatu kepada siapapun yang berjaga di pos tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo) Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi dikonfirmasi Rabu kemarin mengaku bersyukur atas ditangkapnya oknum warga yang meanfaatkan kekosongan pos jaga itu. Pihaknya meminta Polres Jembrana untuk memberikan efek jera kepada oknum warga yang terlibat praktek pungli. Atas kejadian ini membuktikan praktek pungli di pos jaga itu benar-benar terjadi, tetapi untuk mebuktikan isu pungli oleh pegawainya itu diakuinya sulit karena tidak ada bukti yang kuat.

Ia pun mengaku belum tahu secara pasti kapan kembali menempatkan petugas jaga di pos jaga itu, tetapi dipastikannya berdasarkan kordinasi petugas jaga akan diisi dari UPT Jembatan Timbang Cekik.