Diposting : 14 February 2017 05:01
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Pelatih Bali United, Hans Peter Schaller (tengah), dan Irfan Bachdim (kanan) saat memberi keterangan pers seusai ditahan imbang tanpa gol PBFC, Senin (13/02/2017) malam. (nom)

Gianyar, Bali Tribune

Peluang tuan rumah Grup D Piala Presiden 2017, Bali United, semakin tipis untuk lolos ke babak delapan besar setelah Senin (13/02/2017) malam hanya bermain imbang tanpa gol melawan Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Dari dua kali laga, Bali United baru mengemas dua poindari dua kali seri di bawah pemuncak klasemen sementara Sriwijaya FC yang mengemas empat poin setelah di pertandingan sebelumnya menang 2-1 atas Barito Putera. Piala Presiden dibagi dalam lima grup. Masing-masing juara grup ditambah tiga runner up terbaik lolos ke delapan besar. Agar lolos ke delapan besar, Bali United harus memenangkan pertandingan melawan Barito Putera, Sabtu (18/02/2017) mendatang.

Dipimpin wasit Prasetyo Hadi dari Surabaya, para pemain Bali United langsung menggedor pertahanan PBFC. Dengan menurunkan Irfan Bachdim sebagai striker, Bali United berharap dapat meraup poin sempurna di laga ini. Beberapa peluang didapat lini depan Bali United seperti Irfan Bachdim dan Marcos Abel Flores. Namun sayang, skuad Hans Peter Schaller ini masih belum mampu menjebol gawang PBFC. Sejumlah peluang terbuang percuma dan tidak bisa dikonversikan menjadi gol.

Di kubu PBFC, mendapat tekanan bertubi-tubi dari anak-anak Serdadu Tridatu, mereka mencoba memperkuat lini pertahanan. Kendati demikian, sesekali anak asuh dari pelatih Ricky Nelson itu melakukan tusukan berbahaya ke jantung pertahanan Bali United. Namun hingga babak I usai, kedua tim belum mampu mencetak gol. Kedudukan imbang, 0-0. Di babak kedua, dengan dukungan sekitar 20 ribu penonton, anak-anak Serdadu Tridatu terus tampil menekan.

Beberapa kali tusukan berbahaya terjadi di rusuk kiri pertahanan PBFC. Namun kokohnya pertahanan yang digalang para pemain PBFC membuat gawang yang dijaga Wawan Hendrawan masih aman dari kebobolan. PBFC yang di babak pertama menerapkan strategi bertahan agar tidak kebobolan, mengubah strategi permainan di babak kedua. Mereka mulai berani bermain terbuka untuk memancing pemain Bali United keluar dari daerah pertahanannya.

Strategi ini nyaris membuahkan hasil ketika pemain berbahaya PBFC, Reinaldo Elies Da Costa mendapatkan peluang membobol gawang Bali United yang dikawal I Made Wardana. Namun sayang tendangannya hanya melambung beberapa centimeter di atas mistar gawang. Hingga babak kedua usai, kedua kesebelasan tetap bermain tanpa gol. Usai pertandingan, pelatih PBFC mengaku puas dengan hasil imbang tersebut. Hal ini, kata dia, patut disyukuri.

“Kami terus digempur tapi tidak kebobolan,” kata dia. Menghadapi Sriwijaya FC di laga pamungkas fase penyisihan grup, Ricky mengaku buka laga mudah. Menurutnya, lawan paling berat di Grup D adalah Sriwijaya FC. Sementara, pelatih Bali United, Hans Peter Schaller, mengakui peluang ke babak berikutnya masih ada meski tidak akan mudah mendapatkannya. Kuncinya, lanjut dia, adalah Bali United harus memenangi laga pamungkas kontra Barito Putera.*