Diposting : 16 May 2019 23:54
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ DUTA - Tampilan Duta Pawai Budaya Gianyar untuk PKB saat di pawai HUT Kota Gianyar.
balitribune.co.id | Gianyar - Sebagai bumi seni, Kabupaten Gianyar harus menampilkan kesenian yang lebih pada Pesta Kesenian Bali(PKB). Karena, penampilan seniman dari Gianyar akan menjadi sorotan dan sekaligus akan menjadi tolok ukur kesenian di Bali. Terlebih pementasan kesenian pada ajang PKB, selain ditonton masyarakat Bali, juga ditonton masyarakat luar Bali, bahkan luar negeri. Karena itu, Pemkab Gianyar harus menyiapkan duta-duta terbaik yang akan dipentaskan pada PKB bulan Juni nanti.
 
Kabid Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Gianyar I Nyoman Jagra, di ruang kerjanya, Selasa (14/5) mengatakan, persiapan duta yang akan mewakili Pemkab Gianyar sudah dipersiapkan sejak Nopember 2018. Pemkab Gianyar dan tim dan melibatkan Listibya untuk memberikan masukan dan pertimbangan telah mengodog calon duta yang akan mewakili Gianyar pada PKB. Dari pembahasan itu lahirlah keputusan PKB Gianyar diambil dari Desa-desa yang berpotensi di bidangnya. Di samping itu beberapa duta lomba kesenian, diwakili oleh sanggar hasil seleksi dari lomba yang dilaksanakan oleh Kabupaten Gianyar. Sesuai arahan Bapak Bupati, Gianyar harus menampilkan yang terbaik pada PKB. Kami dan tim  menindaklanjuti, katanya.
 
Diungkapkan, semua seka atau sanggar yang akan mewakili tersebut telah dilakukan pembinaan, baik oleh Tim Kesenian dari Pemkab Gianyar maupun dari Tim Dinas Kebudayaan Provinsi. Pembinaan dilakukan sudah beberapa kali dengan terjun langsung ke sanggar-sanggar atau sekaa, untuk memberikan pengarahan baik teknis maupun non teknis, berkaitan dengan kegiatan pementasan pada PKB. Semua duta sudah kamilakukan pembinaan bersama dengan Dinas Kebudayaan Perovinsi Bali. 
 
Dikatakan, pada PKB Juni 2019 nanti Gianyar mengirim beberapa duta kesenian. Yakni, Lomba Gong Kebyar Dewasa diwakili Sekaa Gong Panji Kumara Mas, Belega, Blahbatuh. Sedangkan Gong Kebyar Anak-anak diwakili Sanggar Werdhi Juwana, Banjar Lebah, Desa Bedulu, Blahbatuh. Gong Kebyar Wanita, diwakili Banjar Patus Menak, Desa Tolikup, Gianyar. 
 
Sekaa Gong Wanita Banjar Patus Menak ini cukup unik, karena seluruh anggotanya anak-anak, paling tinggi usianya masih duduk di bangku SMA. Jika sebelumnya, Lomba Gong Kebyar Wanita lebih sering diikuti ibu-ibu PKK. Sekarang kita bisa menampilkan sekaa gong wanita dari anak-anak usia remaja. Ini keunikan sekaa gong wanita Gianyar, sebutnya.
 
Lebih lanjut dijelaskan, Loma Baleganjur, yang menjadi duta Gianyar adalah Komunitas Bali Nawa Sanga, Desa Blahbatuh. Duta Balleganjur ini merupakan hasil seleksi Bupati Cup Baleganjut Hut Kota Gianyar 248, 2019 lalu. Sekaa ini keluar sebagai juara I.
 
Katanya, arahan bupati duta dipilih dari hasil lomba, sehingga Lomba Baleganjur Gianyar bisa menang dalam lomba tersebut. Selama ini, Gianyar belum pernah keluar sebagai juara I. Paling juara II dan III. Dengan komitmen bupati, yang akan menyelenggarakan lomba baleganjut setiap tahun, diharapkan kesenian baleganjur berkembang di Gianyar. Dan pada akhirnya Duta Baleganjur Gianyar nanti bisa menjadi juara pada PKB.
 
Lomba Gender wayang diwakili Sanggar Swara Muti, Banjar Babakan, Desa  Sukawati. Sedangkan Lomba Taman Penasar diwakili Sanggar Wang Ked, Banjar Ked, Desa Taro, Tegalalang. Lomba Wayang Kulit Parwa Anak-anak diwakili Sanggar Giri Parwa, Banjar Bakbakan, Sukawati. Dan, Lomba Bapang Barong, diwakili Komunitas Singa Barong, Singapadu, Sukawati. Sesuai potensi kesenian bapang barong tumbuh di Singapadu, karenanya duta bapang barong dipercayakan kepada Singapadu. Lomba Bapang Barong, sesungguhnya mengantikan Lomba Bondres Inovatif, yang dinilai kuang pas dengan pakem kesenian Bali.
 
Sementara Pawai Budaya diwakili Kecamatan Tampaksiring, yang akan melibatkan seniman tkurang lebih 800 orang. Terkait Pawai Budaya, tidak akan mengunakan properti mobil hias. Pawai dilaksanakan dengan disply berjalan. Tidak ada disply di depan panggung kehormatan. 
 
Sesuai tema PKB tahun ini Bayu Premana Pemprov. Bali menugaskan masing-masing kabupaten untuk kesenian kolosal, dengan garapan yang menacu pada tema Bayu Premana. Untuk Gianyar, dengan tema Dangsil akan digarap dengan mementaskan Kesenian Sanghyang Jarang dan Cak, yang dikolaborasi dengan tetabuhan baleganjur. Kesenian kolosal ini melibatkan lebih dari 100 orang penari. Tiap penari akan membawa jam angin yang digerakkan, sebagai simbul bayu. Dari angina (bayu) akan menimbulkan gerak dan suara.