Bali Tribune, Jumat 21 Juli 2017
Diposting : 17 May 2017 20:24
redaksi - Bali Tribune
DPO
Keterangan Gambar: 
Biodata empat tahanan BNN yang kabur

BALI TRIBUNE - Empat tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali kabur dari sel tahanan pada Selasa (16/5) pukul 04.00 Wita dengan cara membobol terali fentilasi toilet. Tahanan yang kabur masing-masing bernama M Feri Ariadi (27), I Wayan Murdana alias Lengkong (40), I Wayan Putu Sumarayasa (33) dan Heri Agus Sugionao alias Gus Tori (46).

Informasi yang dihimpun Bali Tribune siang kemarin mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, kejadian itu baru diketahui pukul 06.00 Wita. Kala itu petugas hendak memantau situasi di dalam sel. Petugas terkejut ketika melihat sel dalam keadaan kosong namun gemboknya masih terkunci dari luar. Mengetahui hal itu, petugas tersebut langsung melaporkan kepada petugas yang lain dan setelah dicek ternyata para pelaku kabur melalui fentilasi toilet yang dibuat menjadi satu dengan rumah tahanan.

“Toiletnya di dalam tahanan. Dari hasil pengecekan CCTV, sekitar pukul 00.30 Wita lampu sel tahanan itu mati, diduga saat itulah mereka kabur,” ungkap seorang petugas di lingkungan BNN Provinsi Bali.

Para tahanan kabur itu merupakan hasil tangkapan BNNP. Ia merinci bahwa M Feri Ariadi diamankan petugas di Jalan Mayjen Sutoyo Gang II Denbar, Jumat 12 Mei 2017 sekitar pukul 18.10 Wita. Dari tangannya petugas amankan 10 paket plastik metamfitamine dengan berat 10,12 gram.

I Wayan Murdana diamankan di kosannya Bagus Jaya Residence Jalan Gunung Tangkuban Perahu Banjar Tegal Buah, Padang sambian Kelod, Denpasar Barat,  Selasa (24/1) pukul 07.30 Wita. Sedangkan I Wayan Putu Sumarayasa, dan Heri Agus Sugionao alias Gus Tori diamankan pada hari yang sama. Hery Agus Sugiono diamankan dengan tiga plastik klip berisi kristal bening diduga metamfetamine  (sabu) dengan berat 14,25  gram brutto atau 13,53 gram netto. I Wayan Putu Semarayasa di amankan dengan barang bukti narkotika dua plastik klip kecil berisi kristal bening yakni sabu dengan berat total 0,90 gram brutto.

Kepala BNNP Brigjen Pol Putu Gede Suwastawa sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi karena beberapa kali dikonfirmasi via telepon tidak diangkat.  Sementara Kabid Pemberantasan BNNP AKBP Putu Arta tak menampik terkait masalah tahanan kabur. Ia mengaku pihaknya masih melakukan pengejaran. “Kita masih kejar mereka. Mudah-mudahan cepat ditangkap,” singkatnya. 

Kaburnya para tahanan kasus narkoba ini membuat pihak BNNP kebakaran jenggot. Pasalnya, pengamanan yang dilakukan sangat amat ketat. Petugas pun silih berganti mengamankan sel. “Diduga karena petugasnya lalai. Ada info beredar bahwa petugas jaga tidak ada di tempat, ada juga yang mengatakan petugas saat itu ketiduran sehingga kesempatan itu digunakan para pelaku untuk membobol fentilasi toilet dan kabur. Padahal di tempat penjagaan terdapat CCTV untuk monitoring pergerakan para tahanan,” urai sumber yang tidak mau namanya dikorankan ini.