Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 16 May 2016 17:18
soegiarto - Bali Tribune
Roby Satria
Keterangan Gambar: 
Roby Satria saat bersaksi untuk terdakwa Christian Halim alias Boy, Willy Saputra alias Koco, Via Permata Suci A.P.A, dan Ariadya Oktavianus Puruboyo alias Dija.

Denpasar, Bali Tribune

Penerapan hukum untuk empat terdakwa narkotika khususnya perantara jual beli yang ini sangat istimewa. Sejak penangkapan, penyidikan hingga persidangan di PN Denpasar, selalu mendapat keistimewaan, dan tetap bebas tanpa ditahan.

Mereka adalah, Christian Halim alias Boy, Willy Saputra alias Koco, Via Permata Suci A.P.A, dan Ariadya Oktavianus Puruboyo alias Dija. Hal ini sangt berbeda dengan apa yang dialami korbannya, terdakwa yang mendapat kiriman ganja dari keempatnya, yakni Roby Satria yang juga gitaris goup band Gaisha, yang ditangkap lebih dahulu.

Informasi yang didapat Bali Tribune dari Benny, kuasa hukum dari keempat terdakwa yang mendapat keistimewaan itu, Senin (16/5) ini sidang di PN denpasar dilanjutkan masing pemeriksaan ahli, dakn kesempatan tersebut akan dihadirkan ahli seorang dokter yang kabarnya memeriksa keempatnya.

Sementara itu, hal yang tidak lazim pun terungkap dalam persidangan di PN Denpasar yang dipimpin ketua majelis hakim Dewa Gede Suarditha, Kamis (12/5), ketika keempat terdakwa menghadirkan ahli psikiater. Ahli tersebut justeru datang memberi keterangan tanpa dibekali surat perintah dari pimpinan instansi tempatnya bekerja, namun tetap diberi kesempatan bersaksi dan tidak ditolak oleh majelis hakim. Atas hal ini, usai persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) Peggy Ellen Bawengan ketika diminta konfirmasinya mengatakan keterangan ahli itu tidak akan dipakainya.

Terkait status istemewa itu, hingga kini tidak ada penjelasannya. Bahkan, belum lama ini, Kasi Pidum Kejari Denpasar, I Ketut Maha Agung, didampingi JPU Peggy Ellen Bawengan, tidak mampu menjelaskan juga enggan berkomentar. Hanya dikatakan, kini mereka telah disidangkan dan menjadi kewenangan pengadilan atau hakim yang menangani perkara tersebut.

Sebagaimana diberitakan, ketika persidangan Senin (2/5), Roby Satria bersaksi untuk keempat terdakwa. Dalam kesaksian, Roby mengaku mendapatkan ganja yang dijadikan barang bukti untuk dirinya itu didapat dari keempat temannya yang menjadi terdakwa ini.

Roby menyatakan, sehari sebelum ditangkap bertemu dengan empat terdakwa di sebuah cafe di kawasan Kuta Utara, dan dilanjutkan menuju Pantai Lalaguna. “Waktu itu, kami pakai ganja di pantai. Setelah itu, saya ditawari untuk beli ganja,” jelas Roby, sembari mengaku patungan dengan tiga terdakwa ini dan mengeluarkan uang Rp250 ribu. “Waktu dapat, barangnya dikirim via Go-Jek oleh Via Permata Suci,” jelas Roby.

Via Permata Suci yang sempat ditanya majelis hakim membenarkan mengirim ganja kepada Roby. Namun terdakwa Cristian membantah keterangan Roby yang mengatakan dirinya sempat pesta ganja di pantai. “Saya tidak pernah ikut,” ujarnya.

Perlu diketahui, dalam perkara ini, terdakwa Christian Halim alias Boy, Willy Saputra alias Koco, Via Permata Suci A.P.A, dan Ariadya Oktavianus Puruboyo alias Dija, masing-masing didakwa sebagai perantara sebagaimana dimaksud pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, atau menguasai sebagaimana dimaksud pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, atau pengguna sebagaimana dimaksud pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.