Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 5 June 2017 19:56
Djoko Purnomo - Bali Tribune
kabaddi
Keterangan Gambar: 
TEMPUR – Tim kabaddi pelajar Kabupaten Gianyar saat bertarung melawan tim kabaddi pelajar Kota Denpasar di ajang kejuaraan kabaddi antarpelajar, Sabtu lalu.

BALI TRIBUNE - Meski tidak masuk dalam agenda eksebisi Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali, Pengprov Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Bali memperlihatkan programnya menggelar event, di Lapangan Niti Mandala Renon, Sabtu (3/6), bertajuk sosialisasi cabang olahraga kabaddi.

Ketua Harian Pengprov FOKSI Bali, Maryoto Subekti menyatakan, tidak ada aktivitas lain kecuali memperkenalkan di depan umum bila menginginkan kabaddi digemari masyarakat terutama kalangan pelajar.

Cabang kabaddi yang mulai dipertandingkan pada Porprov Bali XIII di Gianyar September 2017, kata Maryoto, secara riil sudah masuk pembinaan ke kalangan pelajar, dari tingkatan SD hingga SMA/SMK. Hal itu terbukti ketika sosialisasi tersebut, semua kabupaten/kota mengutus atlet kalangan pelajar di event tersebut.

“Kalau sosialisasi seperti ini (di tempat terbuka,red) tidak ada lagi yang ditutupi, dan terlihat secara kasat mata bahwa cabang kabaddi banyak peminat di kalangan pelajar,” kata Maryoto Subekti.

Karena itu, harapan ke depan cabang kabaddi menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingan/dilombakan pada Porjar. Menurutnya, bila cabang olahraga telah masuk ke ranah pelajar, diyakini akan cepat berkembang, karena ada semacam keharusan dari sekolah untuk melakukan pembinaan, karena ada sasaran yang dicapai.

Kabaddi yang mirip dengan olahraga tradisional megala-megala tersebut, secara mendunia sudah dipertandingkan yakni di Asian Beach Games (ABG) bahkan event pertama kali berlangsung di Bali tahun 2008.

Lebih lanjut dijelaskan, bermain kabaddi identik dengan olahraga keras yang di dalamnya sama dengan cabang olahraga lainnya, bermain teknik, taktik dan strategi serta kecerdasan untuk mampu memenangi pertandingan.

“Ke depan kami berharap kabaddi bisa dipertandingkan secara resmi di Porjar Bali, karena cabang olahraga ini salah satu wadah bagi pelajar untuk membentuk karakter, sesuai harapan Pak Gubernur Bali,” jelasnya.