Diposting : 29 September 2017 19:54
Made Ari Wirasdipta - Bali Tribune
HACKER
Keterangan Gambar: 
Brigjen TNI Sunaryo

BALI TRIBUNE - Sekretaris Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Sunaryo menyampaikan, bahwa pemerintah fokus mengamankan sistem pertahanan nasional.

"Kemenhan, Kemenkominfo dan berbagai pihak  terus merumuskan upaya terbaik menghadapi ancaman ini. Kami coba pagari dengan membuat peraturan-peraturan yang mengikuti perkembangan teknologi," kata Sunaryo.

Sunaryo juga mengilustrasikan ancaman bahaya yang dapat terjadi jika pihak-pihak yang berniat jahat bisa masuk ke sistem pertahanan melalui pintu IoT (internet of Things).

"Bahaya itu, jika sistem pertahanan sampai diterobos. Semua jadi susah, kita gak bisa bergerak. Sistem persenjataan kita tak bisa digunakan, pesawat tempur kita  tak bisa terbang", jelas Sunaryo.

Sebelumnya ketua Tim Respon Indonesia untuk ancaman keamanan siber (ID-SIRTII), Dr Rudi Lumanto juga menekankan pentingnya keberlangsungan even edukasi dan berbagi pengalaman para pakar dunia yang dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia di bidang keamanan siber.

"Kami berharap ajang Code Bali yang menyajikan konferensi dan workshop internasional dan sudah berjalan tiga tahun terakhir ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang", kata Rudi.

Pria yang meraih gelar doktornya di University of Electro Communication Tokyo ini juga berharap ajang kompetisi hacker nasional Cyber Jawara yang sudah berlangsung enam kali terus didukung pemerintah di tahun-tahun mendatang khususnya saat Badan Siber Nasional nanti telah resmi beroperasi.