Bali Tribune, Sabtu 23 Juni 2018
Diposting : 23 April 2018 21:41
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Panjat Tebing
Keterangan Gambar: 
PANJAT TEBING - Ketum Pengprov FPTI Bali, Putu Yudi Atmika (kiri) berpose bersama juara salah satu nomor pada Sirkuit Panjat Tebing Kelompok Umur, di Lintasan Panjat Tebing Kompleks Stadion Kompyang Sujana Denpasar, Minggu (22/4).

BALI TRIBUNE - Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali akan memperbanyak gelaran atau event panjat tebing bagi atlet usia dini dan remaja agar ke depannya mereka tumbuh dan menjadi andalan Bali di event panjat tebing nasional. Demikian disampaikan Ketua Umum FPTI Bali, Putu Yudi Atmika.

“Sirkuit Panjat Tebing Seri I tahun 2018 ini salah satu contoh bahwa kami terus memperbanyak event bagi atlet panjat tebing usia dini dan remaja seluruh Bali,” ujar Putu Yudi Atmika saat penutupan kejuaraan tersebut  di Papan Panjat Tebing GOR Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (22/4).

Dia mengatakan, event ini, peserta sangat membludak khususnya atlet usia dini dan remaja. Mereka, sebut Yudi, sangat antusias mengikuti sirkuit yang menjadi salah satu program FPTI Bali.

"Kami di pengprov sangat senang dengan penampilan mereka. Semua saling berkompetisi antarkabupaten serta kota. Jadi, seri ini sangat tepat untuk mewadahi mereka. Pasalnya, untuk kelas kejurda di Bali hanya ada porprov dan porjar tingkat provinsi saja," ujar Yudi Atmika.

Menurutnya, khusus untuk para atlet muda ini perlu peran seluruh pihak baik dari pengprov, pengkab/pengkot serta support dari orangtua atlet itu sendiri.

"Kalau melihat perkembangan cabor ini, untuk anak-anak memang khusus seperti seri ini, karena kalau masuk ke open akan susah. Selain persaingan, juga jarak serta pengalaman dibutuhkan, mengingat kelas open acuannya sudah prestasi dan gengsi. Kalau yang anak-anak dan remaja ini, hanya memberikan stimulus serta menambah jam terbang," bebernya lantang.

Yudi Atmika yang juga pengurus KONI Bali ini menambahkan, usai Seri I di Denpasar, dilanjutkan di Kabupayen Gianyar untuk Seri II pada Juli mendatang, dan Seri III atau terakhir dihelat di Buleleng pada bulan Oktober. Penentuan tuan rumah itu sendiri sudah diumumkan saat Rakerprov FPTI Bali belum lama ini.

Dikatakan Yudi, untuk program selanjutnya di tahun 2019, FPTI Bali akan lebih banyak mengoptimalkan event-event di luar Bali seperti kejurnas dan tentunya khusus atlet senior. Karena, tahun depan diakui pihaknya sebagai persiapan menjelang Pra-PON maupun PON 2020 di Papua. "Setelah PON, baru kami gelar Seri lagi," tandasnya.