Bali Tribune, Jumat 15 Desember 2017
Diposting : 11 August 2016 14:45
Djoko Purnomo - Bali Tribune
olahraga
Keterangan Gambar: 
IMBANG – Laga antara Pro-Kundalini melawan PS Gianyar di ajang Piala Nusantara Wilayah Bali Grup A, yang dimainkan di Stadion Yoga Perkanthi, Rabu kemarin berkesudahan imbang 2-2.

Jimbaran, Bali Tribune

Sempat memimpin 2-1 hingga menit ke-88, akhirnya Pro-Kundalini terpaksa berbagi nilai setelah bermain imbang 2-2 melawan PS Gianyar dalam lanjutan Piala Nusantara 2016 wilayah Bali Grup A, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Rabu (10/8).

Di menit-menit awal babak I, Pro-Kundalini tampil impresif. Serangan demi serangan mengalir dari kedua sayapnya. Namun kokohnya pertahanan PS Gianyar, beberapa kali tekanan anak-anak Pro-Kundalini berhasil dimentahkan. Bahkan, Pro-Kundalini di bawah asuhan Arif Rizal tertingal lebih dulu melalui sepakan Adi Sutrisna di menit ke-26.

Terkejut oleh gol itu, Pro-Kundalini mencoba membalas. Namun apa daya, skor babak pertama terhenti 1-0 untuk keunggulan PS Gianyar.

Babak II, Pro-Kundalini kian meningkatkan daya gedornya. Baru tiga menit babak II dimulai, Cakra berhasil menyamakan kedudukan lewat kolaborasi apik dengan membobol jala PS Gianyar yang dijaga Ricky Apriadi.
Duel di babak ini lebih berjalan dengan tempo tinggi dibanding babak sebelumnya. Saling serang kerap diperagakan. Peluang menciptakan gol tersaji di kedua kubu, namun masih belum ada gol yang tercipta.

Memasuki menit-menit krusial, Pro-Kundalini akhirnya  mampu leading lewat sepakan penalti pemain pengganti Lucky di menit ke-78.
PS Gianyar yang tak ingin keok di pertandingan pertamanya, tak patah semangat untuk mengejar defisit gol. Adalah Made Suastika menjadi pahlawan PS Gianyar dengan gol penyeimbang di menit ke-88. Suastika yang masuk sebagai pemain pengganti ini sekaligus memaksa laga berakhir imbang 2-2.

Pelatih PS Gianyar Wayan Suarya usai laga mengatakan cukup puas dengan kinerja anak asuhnya. "Ini laga perdana kami, mungkin masih belum panas. Kami yakin di pertandingan kedua nanti, siap mendapat poin penuh," ujarnya.

Sementara di kubu Pro-Kundalini pelatih Arif Rizal menyesali kegagalan timnya meraih tiga poin. "Mungkin kurang beruntung. Gol kedua mereka karena anak-anak kurang konsentrasi. Menit-menit akhir memang sangat krusial, siapa lengah maka kecolongan," sebutnya.