Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 8 November 2017 21:12
Hendrik B Kleden - Bali Tribune
motor listrik
Keterangan Gambar: 
Dinosius Beti (tengah) saat mengendarai salah satu motor listrik Yamaha

BALI TRIBUNE - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing  (YIMM) sedang giat melakukan studi pasar motor listrik di Indonesia.(market trial ) sepeda motor listrik.  Dalam hal ini YIMM bekerja sama dengan empat institusi diantaranya Kebun Raya Bogor, Universitas Pelita Harapan (UPH), PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan The Breeze BSD, akan melakukan uji coba motor listrik Yamaha . Motor listrik tersebut nantinya digunakan sebagai transportasi di kawasan internal mereka.

Sejarah awal kendaraan listrik Yamaha sendiri dimulai pada tahun 1993. Saat itu Yamaha Motor mulai memasarkan sistem Electrical Support Bicyclepertama yaitu Yamaha PAS (Power Assist System). Penjualan Yamaha PAS di pasar global telah mencatatkan hasil yang positif dengan total penjualan lebih dari 4 juta unit di seluruh dunia, termasuk penjualan unit penggeraknya.

Yamaha pertama kali memperkenalkan sepeda motor listrik di tahun 2002 lewat Yamaha Passol. Yamaha kemudian terus melakukan pengembangan dengan berturut – turut memperkenalkan EC-02, Passol-L, EC-03 dan E-Vino serta di ajang Tokyo Motor Show memamerkan beberapa motor sports listrik andalan.

Hingga saat ini penjualan motor listrik Yamaha telah merambah kawasan Eropa dan di negara Asia seperti Jepang dan Taiwan dengan total penjualan lebih dari 10.000 unit.

Dyonisius Beti s Chief Operating Officer (COO) PT YIMM menjelaskan market trial motor listrik yang dilakukan YIMM ini adalah bentuk dukungan Yamaha kepada pemerintah terkait Program Percepatan Kendaraan Listrik untuk Transportasi Jalan.

“Ke depannya Yamaha akan menganalisa hasil “Market Trial” ini supaya menghasilkan motor listrik berkualitas untuk konsumen Indonesia. Hadirnya motor listrik Yamaha nanti akan memberikan pengalaman berkendara yang baru bagi konsumen. Ini adalah komitmen Yamaha untuk memajukan industri transportasi di Indonesia,’’jelas Beti.