Diposting : 10 August 2018 19:14
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
BERHAMBURAN – Tejadi gempa susulan, wisatawan di Ubud berhamburan menyelamatkan diri.
BALI TRIBUNE - Gempa Lombok susulan kembali mengguncang dan diraskan cukup keras di Gianyar, Kamis (9/8) siang. Gempa dengan skala 6,2 SR menimbulkan kepanikan di sejumlah tempat wisata, rumah sakit hingga di lapangan Astina Gianyar dimana lomba gerak jalan serangkaian HUT Ri ke-73 dilaksanakan.
 
Pantauan BALI TRIBUNE - , gempa susulan ini menyebabkan kepanikan di antara penduduk dan wisatawan. Namun, untuk wilayah Gianyar tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan yang diderita. Seorang warga di Jalan Monkey Forest Ubud, I Made  Merta, mengatakan  saat kejadian warga dan wisatawan sempat berlarian keluar rumah dan hotel untuk mencari tempat yang lapang. Kepanaikan serupa juga terjadi di Objek Wisata Wenara Wana, Padangtegal Ubud. Dimana ratusan wisatawan yang sedang berada di areal hutan maupuan di dalam gedung pembeilan tiket langusng berhambuaran menuju lapangan parkir.  “Satu-satu tempat lapang yang paling aman ya badan jalan. Semua staf hotel dan wisatawan memilih keluar ke jalan,” ungkap Merta.
 
Sementara itu di RSU Sanjiwani Gianyar, para penunggu pasien dan paramedis kesulitan  mencari tempat aman. Kondisi ini membuat banyak orang yang histeris lantaran bingung harus lari kemana. Kondisi ini terjadi lantaran ruang kosong seperti halaman dan taman dibatasi pagar.  “Jika Gempa ini menimbulkan gedung-gedung di rumah sakit roboh, kami pasti tertimbun. Kami pasrah, tidak bisa lari ke halaman karena semua tempat kosong di pagari besi,” keluh salah seorang penunggu pasien.
 
Pemandangan yang sama terjadi di lapangan Astina Gianyar. Meksi sudah berada di lokasi yang sangat aman,  ratusan siswa termasuk peserta gerak jalan yang sedang bersiap mengikitu lomba, diselimuti kepanikan. Suara histeris parasiswa membuat suasa mencekam, hingga membuat aparat kepolisian harus sibuk menenangkan mereka. Meski demikian, pelepasan gerak jalan tetap dilanjutkan dna berjalan lancar.
 
Kepada BPBD Gianyar AA Oka Digjaya menyebutkan, dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diterimanya, gempa kali ini berkekuatan 6,2 SR dengan titik gempa berada di kedalaman 12 km. Titik pusat gempa berada di 6 km dari barat laut Lombok Utara, 27 km timur laut Mataram, 33 km timur laut Lombok Barat, dan 37 barat laut Lombok Tengah. “Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.  Kami harap warag di Pesisir Gianyar tidak panik dan tidak mempercayai berita hoax,” harapnya.
 
Getaran gempa bumi juga mengguncang Kabupaten Klungkung Kamis kemarin sekitar pukul 13.25 Wita. Tak pelak gempa yang cukup kuat membuat warga panik. Suasana panik misalnya terjadi di Polres Klungkung, petugas kepolisian maupun pengunjung tamu yang ada diMapolres Klungkung tampak berhamburan keluar dari bangunan saat terjadi gempa.  Sama halnya di kantor Bupati Klungkung, para pegawai berhamburan keluar ruangan. Bahkan pegawai yang berada di lantai dua dan tiga bangunan, teriak histeris karena ketakutan.
 
Akibat gempat tersebut, dilaporkan bangunan sanggah milik seorang warga di Dusun Pau, Desa Tihingan, Banjarangkan. Sesuai dengan laporan BMKG, gempa tersebut berkekuatan 6,2 SR yang berpusat di 6 Km Barat Laut Lombok Utara NTB. Gempa terjadi di kedalaman 12 Kilometer dari permukaan tanah.