Diposting : 23 May 2019 23:44
Ray - Bali Tribune
Bali Tribune/Kombes Pol Ruddi Setiawan meperlihatkan barang bukti dan para tersangka.

balitribune.co.id | Denpasar - Meski pernah mendekam di dalam Lapas namun tidak membuat geng penjambret pimpinan Mohammad Amin Sanaei alias Agus (20) ini bertobat. Pria blasteran Iran - Karangasem ini bersama dua rekannya I Komang Tambun (20) dan I Komang Devayana alias Mang Pong (21) kembali melakukan aksi penjambretan di 21 TKP yang tersebar di wilayah Kuta dan Kuta Utara.

Akibatnya, mereka dibekuk anggota Reskrim Polsek Kuta. "Mereka semua ini residivis. Sudah pernah ditangkap tapi keluar melakukan penjambretan lagi. Kalau ini, nanti keluar melakukan lagi (jambret - red) saya tembak," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah di Mapolsek Kuta, Kamis (23/5).

Selain membekuk ketiga pelaku, polisi juga meringkus dua orang penadah, yaitu Selamet Rianto (22) dan Yanto Susilo (21). Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti tiga unit sepeda motor, 12 unit handphone berbagai merk, 39 buah chasing handphone berbagai jenis, satu buah helm, satu lembar STNK sepeda motor bernomor polisi DK 4704 FAZ beserta plat dan sejumlah pakaian yang dibeli dari hasil kejahatan.

"Masih kita dalami dan kembangkan untuk mencari pelaku yang lain, barang bukti dan TKP. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku dan TKP yang lain," kata Ruddi.

Dijelaskan Ruddi, dalam beraksi para pelaku menyasar para wisatawan asing yang sedang mengendarai sepeda motor. Targetnya adalah para korban yang sedang lengah, seperti mengendarai sepeda motor sambil melihat google map handphonenya untuk mencari alamat. "Saat itulah para pelaku langsung merampas handphonenya atau menarik paksa tas milik korban. Tapi mereka juga melihat situasi yang lagi sepi, seperti pada sore hari dan pagi hari. Setelah itu, barangnya dijual kepada para penadah ini sesuai dengan harga merek handphone. Rata - rata mulai dari Rp700 ribu," terang mantan Kapolres Badung ini.

Penangkapan tersangka berkat laporan 4 orang korban warga negara asing, yaitu Ankit Prakasah Solanki (28) asal India, Eugene Aathar dari Singapura, serta Todd Daniel Aston dan Ashley Marie Ginter berkebangsaan Australia. “Korban asal Singapura ini mengalami luka akibat dijambret dan sempat viral di media sosial,” ungka Ruddi. 

Berdasarkan hasil penyelidikan dilakukan Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa bersama anggota, berhasil mengantongi ciri-ciri tersangka dan kali pertama dilakukan penangkapan terhadap I Komang Tambun, Senin (6/5) di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan. 

Sepekan melakukan pengembangan, polisi meringkus Mohammad Amin di rumahnya di Taman Gria, Jimbaran. Sedangkan Komang Dipayana yang merupakan pria blesteran Karangasem-Iran ditangkap di Karangasem, Minggu (19/5).

“Ketiga tersangka menjual handphone hasil kejahatan kepada penadah Selamet Rianto  dan Yanto Susilo. Harganya bervariasi mulai Rp 650 sampai Rp 2 juta. Uangnya dipakai foya-foya,” tegasnya.

Para tersangka dijerat dengan tiga pasal sekaligus, yaitu Pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara, Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.