Bali Tribune, Senin 16 Juli 2018
Diposting : 9 April 2018 14:09
Redaksi - Bali Tribune
Al-Qur’an
Keterangan Gambar: 
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII dan Festival Seni Budaya Islam, di Balai Budaya Gianyar
BALI TRIBUNE - Meningkatkan keimanan  dan ketaqwaan, umat Muslim di Gianyar  menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-27 dan Festival Seni Budaya Islam, di Balai Budaya Gianyar, Minggu (8/4). Melalui jalur seni budaya Islam dan baca tulis Al-Qur’an ini, diharapkan melahirkan generasi berbakat dan berprestasi yang mewakili  Bali pada ajang yang sama di tingkat nasional.
 
Musabaqah Tilawatil Qur’an dilaksanakan di kalangan umat Islam agar dapat lebih menyintai Al-Qur’an, mulai dari membaca, memahami dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya. Hal ini juga sebagai sarana untuk berdialog dengan Tuhan, sebagaimana sabda Nabi “barang siapa yang ingin berdialog dengan Tuhan maka hendaknya ia membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang bertaqwa".
 
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra juga menegaskan, pelaksanaan MTQ ini selain untuk meningkatkan keimanan umat Islam pada agama dan Al-Qur’an juga pelaksanaan festival budaya ini merupakan cermin kearifan lokal dan kerukan umat beragama di Bali khususnya di Kabupaten Gianyar.
 
Dengan tema  Menyama Braya dalam bingkai NKRI melalui seni budaya baca Al-Qur’an dan seni budaya Islam, ia yakin segala perbedaan yang terjadi di antara umat beragama dapat menjadi kunci pemersatu di antara keragaman umat beragama.
 
Ditambahkan Nyoman Lastra, kegiatan MTQ dilakukan secara berjenjang, diawali pelaksanaannya di tingkat desa, kecamatan dan provinsi hingga ke tingkat nasional.  MTQ  dan festival budaya di Kabupaten Gianyar ini hasilnya akan dikirim ke tingkat provinsi bulan Mei mendatang.
 
“MTQ adalah kegiatan nasional, sehingga pemerintah wajib melaksanakan. Kegiatan ini kami lakukan secara berjenjang mulai tingkat desa hingga nasional. Semoga wakil dari Bali nanti dapat meraih prestasi pada ajang yang sama di tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan di Kota Medan, Sumatera Utara,” tegas I Nyoman Lastra.
 
Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Drs I Dewa Made Nida Udayana. MTQ dan festival seni budaya Islam adalah forum silaturahim bagi kaum Muslimin yang memiliki tujuan  yang sama yaitu menjaga persaudaraan, persatuan, kerukunan dan perdamaian di Kabupaten Gianyar.
 
MTQ harus dijadikan stimulan dan satu tarikan nafas untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam, sehingga tidak terjadi lagi ketegangan antarumat beragama.
 
Sementara itu Pj. Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Gianyar, I Dewa Gede Alit Mudiarta mengatakan kegiatan MTQ dan festival Seni Budaya Islam merupakan salah satu upaya meningkatkan ajaran agama serta menggali potensi seni budaya Islam di Kabupaten Gianyar. Ini sejalan dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Gianyar untuk memelihara dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama.
 
Ketua panitia Hj. Azizah Azis menjelaskan  kegiatan MTQ dilaksanakan selama  dua hari bertempat di Balai Budaya Gianyar untuk lomba seni dan budaya Islam, di Masjid Agung Al-Ala untuk lomba MTQ. Untuk lomba seni dan budaya terdiri dari cabang lomba rebana klasik putri sebanyak sembilan grup, hadrah putra sebanyak 10 grup, bintang vokalis anak putra maupun putri, remaja dan dewasa sebanyak 35 peserta. Sedangkan peserta untuk lomba MTQ sebanyak 150 orang terdiri dari enam cabang yaitu, cabang tartil, cabang tilawah, hifzl, Kat Al-Qur’an, fahmil dan cabang syarhil.