Bali Tribune, Sabtu 20 Januari 2018
Diposting : 13 January 2018 19:58
I Made Darna - Bali Tribune
sampah
Keterangan Gambar: 
BERSIH-BERSIH - Petugas kebersihan nampak berjibaku membersihkan sampah kayu dan ranting yang terhempas di Pantai Cemagi, Mengwi, Jumat (11/1).

BALI TRIBUNE - Serbuan sampah kiriman makin meluas di pesisir pantai wilayah Badung. Setelah Pantai Kuta dan sekitarnya diterjang ratusan ton sampah, kini giliran pantai sekitaran Mengwi dan  Kuta Utara diserbu kiriman sampah dari laut.

Akibat terjangan sampah ini, Jumat (12/1) kemarin Pantai Cemagi dan Mengwi bahkan seketika berubah jorok dan dipenuhi gundukan sampah. Adapun sampah yang dominan terhempas di pantai ini diantaranya berupa dauh, kayu dan ranting pohon.

Atas kejadian ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mengerahkan ratusan personil untuk melakukan penanganan.

Kadis LHK Badung Putu Eka Merthawan, mengatakan sampah kiriman di Pantai Cemagi dan sekitarnya ini sudah ditangani. “Kami sudah mengerahkan 300 personil khusus membersihkan pantai di areal Pura Mengening, Cemagi,” ujarnya.

Eka Merthawan mengakui penanganan sampah ini sedikit terkendala cuaca. Pasalnya, gelombang di kawasan Pantai Cemagi cukup besar disertai dengan hujan lebat. “Kami agak kesulitan karena gelombang air laut tinggi dan hujan lebat,” kata Eka Merthawan.

Pun demikian, ratusan petugas kebersihan tetap dikerahkan untuk menyingkirkan sampah yang menumpuk tersebut. “Walaupun tidak bisa maksimal, petugas tetap kita kerahkan. Karena kondisi cuaca, sehingga sebagian kecil saja sampah yang berhasil dibersihkan,” terangnya.

Hingga siang kemarin, pihaknya baru berhasil mengangkut 2 ton dan 20 ton sampah yang ada di bibir Pantai Cemagi. “Kami akan angkut bertahap. Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga pembersihan bisa cepat selesaau,” kata Eka Merthawan.

Selain Pantai Cemagi, lanjut mantan Kabag Humas dan Protokol Badung ini sejumlah pantai di gumi keris juga kondisinya tidak jauh berbeda dengan Pantai Cemagi. Di Pantai Kuta, ia bahkan mengaku tetap menetapkan status siaga sampah kiriman sampai beberapa minggu kedepan.

“Sekarang sampah yang banyak itu ranting dan batang pohon, kalau plastik sudah sedikit,” tukasnya sembari menyebut Tim URC dari bulan November hingga Desember 2017 telah berhasil menangani sebanyak 3.322,5 ton sampah. Rincianya 3000 ton sampah plastik dan 322 ton sampah laut organik.