Diposting : 13 September 2016 13:18
I Made Darna - Bali Tribune
pemkab
Keterangan Gambar: 
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa di Pura Puseh-Desa lan Toya Ning Desa Adat Kedonganan, pada Jumat (9/9) lalu.

Mangupura, Bali Tribune

Ada yang menarik diacara puncak karya Pedudusan Agung Memungkah lan Ngenteg Linggih Pura Puseh-Desa lan Toya Ning Desa Adat Kedonganan, pada Jumat (9/9) lalu.

Ditengah kesibukan warga melaksanakan upacara, hadir Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama wakilnya I Ketut Suwiasa. Tidak hanya itu, tampak hadir pula pada kesempatan tersebut anggota Komisi X DPR RI Wayan Koster

“Ini betul-betul kegiatan mulia yang digerakkan oleh krama sendiri. Sungguh sangat luar biasa,”sebut Giri Prasta, malam itu.

Sementara itu, Koster yang juga diberikan kesempaan memberikan arahan mengatakan pentingnya pemerintah menjaga adat dan budaya sebagai roh kehidupan masyarakat Bali, dihadapan ratusan karma Desa Adat Kedonganan.

Lanjutnya, Pemangku sebagai pelayan umat , kesejahteraanya harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. “Kesehatan, dan kesejahteraan pemangku dan pelaksanan upacara agama harus mendapat perhatian dari pemerintah. Karena merekalah pelayan umat dan penjaga adat dan budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu,”kata Koster.

Tak hanya itu, legislator Senayan asal Desa Sembiran, Buleleng ini juga minta pemerintah memperhatikan akses jalan menuju pura.

“Jalan ke pura harus bagus semua, tidak boleh ada jalan ke pura rusak. Kalau di Badung gampang,coba dilihat ke Pura Besakih, jangan dibiarkan umat ngantri berjam-jam, tiap tahun seperti itu dan dibiarkan. Kedepan harus kita tata kembali,”tegasnya.