Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 23 November 2017 19:45
San Edison - Bali Tribune
DPD
Keterangan Gambar: 
DUKUNGAN - Ketut Sudikerta bersama para Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali usai rapat di Denpasar, Rabu (22/11) sore.

BALI TRIBUNE - Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali menggelar rapat bersama Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, Ketut Sudikerta di Denpasar, Rabu (22/11). Dalam rapat tersebut seluruh DPD II menegaskan komitmennya untuk SGB (Sudikerta Gubernur Bali).

Bukan itu saja, dalam rapat tersebut juga para Ketua DPD II sepakat dengan nama Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai calon wakil gubernur yang mendampingi Sudikerta. Paket Kerta-Dharma dipandang lebih layak untuk diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang.

"Kami DPD II Partai Golkar se-Bali masih konsisten dengan mandat kami kepada Sudikerta. Apalagi DPP Partai Golkar juga sudah rekomendasikan Sudikerta sebagai calon gubernur. Jadi bagi kami, SGB harga mati," ujar Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli, Wayan Gunawan, usai rapat tersebut.

Ia pun mengoreksi perkembangan beberapa waktu terakhir. "Kami koreksi perkembangan bahwa ketua kami nomor dua. Padahal kondisi riil, kami bisa usung sendiri calon. Meski begitu, alangkah baiknya kita ajak partai lain berkoalisi," tegas Gunawan, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali.

Soal pendamping Sudikerta, diakuinya semula memang diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Sudikerta untuk tentukan wakil. Namun melihat perkembangan belakangan, semua sepakat mendorong nama Rai Mantra sebagai calon wakil gubernur.

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Ketua DPD II Partai Golkar lainnya usai rapat tersebut. "Kami sudah deklarasikan Sudikerta sebagai gubernur Bali. Ini mandat kami, sebetulnya tinggal dilaksanakan saja,"  tegas Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung, Wayan Muntra.

Soal paket, ia mengaku, pasangan Kerta-Dharma banyak diaspirasikan masyarakat di Badung. "Bagi kami di Badung, Sudikerta harga mati calon gubernur. Kami targetkan paket Kerta-Dharma menang 57 persen di Badung. Apalagi Sudikerta semeton Badung dan sudah berbuat banyak untuk Badung,"  pungkas Wayan Muntra.

 

Tiga Parpol

Sementara itu Koalisi Rakyat Bali yang digawangi 9 partai politik, belum satu kata tentang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang. Di tengah situasi ini, tiga dari sembilan partai tersebut justru sudah mencapai kata sepakat.

Ketiganya adalah Partai NasDem, Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Ketiga partai ini memiliki kesamaan visi dalam menatap pertarungan di Pilgub Bali mendatang, sehingga sepakat mengusung duet Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta).

Ketiga partai ini bahkan telah menyetor paket tunggal Dharma-Kerta ke masing-masing pimpinan partai di pusat. Dengan demikian, jalan bagi paket Dharma-Kerta untuk direkomendasikan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur semakin terbuka.

"Kami sudah setor nama paket Dharma-Kerta ke DPP Partai NasDem. Rekomendasi untuk paket ini sedang dalam proses," kata Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu (22/11).

Hal yang sama, diakui Oka Gunastawa, sedang dilakukan oleh Partai Gerindra. "Partai Demokrat malah sudah merekomendasikan paket Dharma-Kerta," ujar politikus muda asal Karangasem ini.

Tentang sikap partai lain di Koalisi Rakyat Bali, seperti Partai Golkar, Partai Hanura, PKPI, PAN, PKS dan Partai Perindo, Oka Gunastawa belum mengetahui secara persis. Namun ia berharap, partai - partai tersebut mengambil langkah yang sama, yakni mengusung paket Dharma-Kerta.

"Partai lain kita tetap komunikasikan. Kita berharap mereka juga mengambil keputusan yang sama," kata Oka Gunastawa, yang didampingi jajaran pengurus DPW Partai NasDem Provinsi Bali.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta mengakui bahwa Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY), secara resmi telah merekomendasikan paket Dharma-Kerta untuk maju bertarung di Pilgub Bali 2018.