Diposting : 3 February 2018 16:25
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
pariwisata
Keterangan Gambar: 
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika berbincang-bincang dengan sejumlah awak media perihal kondisi pariwisata Bali di di Kantor Gubernur, Jumat (2/2) kemarin.

BALI TRIBUNE - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika berharap pada momen Imlek 2018 ini akan menjadi kesempatan Bali menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal negeri tirai bambu itu berwisata di Pulau Dewata. Pihaknya juga berharap tahun ini kedatangan wisman Tiongkok ke Bali mampu melebihi tahun 2017 lalu yang jumlah kunjungannya hanya 1 juta lebih.


"Saya harapkan tamu-tamu kita terutama yang etnis Tionghoa dari Tiongkok itu akan meningkat dalam rangka Imlek ini. Saya dengar pesanan hotel dan lainnya sudah sangat meningkat," katanya disela-sela ramah tamah dengan awak media di Kantor Gubernur, Jumat (2/2) kemarin.


Gubernur mengatakan, dengan adanya penambahan penerbangan langsung dari Denpasar ke sejumlah kota di Tiongkok akan memicu kenaikan kedatangan wisman dari negara rumah panda tersebut.


Hal itu kata dia akan menjadi pertanda kunjungan wisman dari Tiongkok kembali normal seperti sebelum Gunung Agung erupsi. Pastika memaparkan bahwa saat ini penduduk Tiongkok dari kalangan ekonomi kelas menengah sebanyak lebih dari 200 juta orang.


"Menengah keatas yang kaya itu, kalau bisa 1 persen saja berarti sekitar 2 juta orang ke Bali selama satu tahun itu sudah bagus. Tapi sekarang kan baru 1 juta lebih sedikit. Kita harapkan bertambah lagi, bertambah lagi," sebut Pastika.


Menurutnya, selain Tiongkok, wisman India pun menjadi market potensial karena penduduk yang memiliki kemampuan ekonomi kelas menengah di negara itu juga sangat banyak.
"Kalau kita bisa menarik dua negara itu bagus sekali untuk pariwisata kita," ucapnya.


Sementara itu Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana mengatakan untuk meningkatkan jumlah wisman Tiongkok berwisata ke Pulau Dewata diperlukan tambahan aksesibilitas penerbangan langsung dari kota-kota kecil di Tiongkok.


"Sekarang ini kota-kota besar di Tiongkok kan hampir semua digarap (penerbangan langsung) seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou. Kalau kota-kota kecil seperti Kunming salah satunya yang bisa digarap, karena kota-kota kecil pun mempunyai jumlah penduduk yang tinggi dan punya animo terbang sangat tinggi," bebernya.