Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 27 May 2017 12:07
release - Bali Tribune
PKB
Keterangan Gambar: 
PLENO - Gubernur Made Mangku Pastika tampak berjabat tangan dengan peserta rapat pleno pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ke-39 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (26/5).

BALI TRIBUNE - Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada panitia agar mencegah adanya kesan monoton dan seperti pasar malam pada pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 39 Tahun 2017 yang akan diselenggarakan Juni ini. Hal ini disampaikannya saat memberikan pengarahan pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali ke-39 Tahun 2017 di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (26/5).

Gubernur Pastika berharap tidak ada lagi pemberitaan yang menyebutkan PKB berlangsung monoton dan seperti pasar malam. “Ini kesembilan kalinya saya menyelenggarakan PKB, jangan lagi ada kesan monoton dan pasar malam,” katanya. Untuk itu ia meminta panitia PKB ke-39 secara serius mengatur penyelenggaraan kali ini agar bisa berkualitas.

Mantan Kapolda Bali ini menyoroti hampir semua aspek seperti pameran, pengaturan pentas, peralatan, kebersihan dan keamanan. Secara khusus Ia mengingatkan agar tak sampai terjadi kembali musibah seperti tahun lalu yang diakibatkan masalah kelistrikan.

Pastika mengatakan PKB adalah puncak apresiasi Pemprov Bali kepada seluruh seniman Bali untuk menampilkan karya terbaiknya sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Bali yang adiluhung.

Sementara itu Ketua Panitia PKB ke-39, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha dalam laporannya menyampaikan pihaknya sudah mulai melakukan rapat persiapan sejak September 2016 yang lalu.

Selain itu panitia sudah melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten agar tampilan seni sesuai dengan tema yang diusung tahun ini. Untuk diketahui, PKB ke-39 tahun 2017 mengusung tema ‘Ulun Danu, melestarikan air sumber kehidupan’. Oleh sebab itu pada pelaksanaannya juga akan dilaksanakan sarasehan dengan tema yang sama.

Selain melibatkan seniman dari Bali, PKB kali ini juga menghadirkan seniman luar daerah maupun luar negeri seperti Blitar, Yogyakarta, Magelang, Perancis, India, Timor Leste, dan sebagainya. Adapun pawai akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 10 Juni 2017 di Depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon pada pukul 14.00 Wita dan dilanjutkan dengan acara pembukaan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center pukul 20.00 Wita.

Ketua Tim Pengawas Independen Prof. Dr. I Made Bandem mengatakan tim sudah membuat sepuluh indikator apakah PKB ke-39 ini merupakan hiburan yang sehat untuk masyarakat. Nantinya pihaknya akan membuat kuisioner yang akan disebar selama PKB untuk mengevaluasi hal itu. Selain itu pihaknya tetap melakukan penilaian apakah pelaksanaan PKB sudah sesuai dengan Perda.

Rapat pleno dihadiri Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra, jajaran panitia lintas sektoral, Tim Kurator, Tim Pengawas Independen dan pemangku kepentingan lainnya.