Diposting : 15 May 2018 22:48
Release - Bali Tribune
Gubernur
Keterangan Gambar: 
UTUS - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk mengunjungi tempat tinggalnya, di Br. Pasiatin Kaler, Desa Seraya Barat, Karangasem, senin (14/5).
BALI TRIBUNE - Hidup dalam keterbatasan ekonomi ditambahkan dengan kondisi fisik membuat Wayan Lung (70 th) semakin terasa berat.
 
Menyikapi keadaan Wayan Lung yang dimuat sebuah media online ini,  Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali untuk mengunjungi tempat tinggalnya, di Br. Pasiatin Kaler, Desa Seraya Barat, Karangasem, senin (14/5). 
 
Kepada tim, ipar dari Wayan Lung menceritakan bahwa Wayan sdh menderita cacat fisik berupa polio sejak ia berumur 3 bulan. Untuk sehari-hari Wayan Lung di bantu oleh ipar dan keponakannya yang serumah dengannya baik dalam kepentingan mengambil makan, mandi bahkan buang air besar (BAB),  mengingat kondisi otot tangan dan kakinya kaku yang mengakibatkan dirinya tidak bisa bergerak terlalu banyak. 
 
Bahkan hanya untuk makan dan minum Wayan Lung yang tidak dapat memasukan ke mulutnya langsung harus menggunakan bantuan kaleng bekas sebagai penumpu piring dan gelasnya.
 
Dengan bantuan tongkat bambu kecil beliau berusaha menggerakan kain ditubuhnya hanya sekedar untuk membersihkan mata atau menggaruk kepalanya ketika terasa gatal. Sekalipun sudah mendapatkan penanganan dari pemerintah (instansi terkait) dan donatur untuk tempat tinggal dan kesehatannya, namun karena keterbatasan yang dimilikinya,  Wayan Lung sangat kurus terlihat hanya kulit membungkus tulangnya. 
 
Sementara untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari,  Wayan Lung hanya meminta kepada saudara, ipar dan keponakannya serta bantuan beras sejahtera dari pemerintah. Untuk meringankan beban hidup keluarga ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menitipkan bantuan yang diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan hidup Wayan Lung.