Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 4 January 2018 18:23
Made Ari Wirasdipta - Bali Tribune
Pendidikan
Keterangan Gambar: 
Gubernur Made Mangku Pastika saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1).

BALI TRIBUNE - Rencana Pemprov Bali menerapkan e-Learning untuk sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan semakin mendekati kenyataan. Segala persiapan telah dilakukan termasuk pendaftaran SMA/SMK yang sudah mendaftar, infrastruktur dan sistemnya.

Sampai saat ini sudah sebanyak 333 penyelenggara, terdiri dari 10.008 kelas, 3.751 guru dan 13.449 siswa yang sudah bergabung dalam sistem kelas maya.

Itu tertuang saat Gubernur Bali Made Mangku Pastika memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan e-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (3/1).

Gubernur menilai rencana penerapan e-learning ini mendapat respon yang positif dari berbagai SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Bali. Sehingga rencana ini akan segera dilaksanakan.“Responnya positif sekali, saya kira tidak ada alasan untuk mundur atau berbelok,” katanya.

Menyikapi beberapa permasalahan seperti infrastruktur internet di beberapa lokasi yang sampai saat masih terkendala, Pastika optimis kendala tersebut pasti bisa ditangani. Pihaknya akan membuka kerjasama dengan provider yang mampu mengatasi masalah tersebut, misalnya untuk pembangunan tower termasuk koneksinya, sedangkan lahan akan difasilitasi Pemprov Bali. “Jadi tidak ada alasan di wilayah Bali itu internetnya tidak ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengungkapkan, penerapan e-learning di Provinsi Bali juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadikan Bali sebagai permodelan kelas maya. Pembelajaran berbasis TIK bagi SMA dan SMK di Bali akan menggunakan branding ‘Jejak Bali’ yang merupakan akronim dari Jejaring Jelajah Kreatifitas Bali.

Jejaring mengandung makna komunitas SMA dan SMK yang menggunakan IT dalam pembelajaran melalui kelas maya. Jelajah mengandung makna bahwa siswa bisa bergabung ke kelas maya guru sekolah lainnya. Sedangkan kreatifitas mengandung makna guru harus memiliki kreatifitas yang tinggi untuk mengaktifkan kelas maya.

Sementara itu pihak Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Nyoman Sujaya melaporkan secara teknis server milik Pemerintah Provinsi Bali yang akan digunakan sistem ini juga sudah siap diujicoba. Hanya saat ini perlu ada perbaikan pada sistem kelistrikan agar bisa lebih handal dalam pelayanannya.