Bali Tribune, Sabtu 16 Desember 2017
Diposting : 28 June 2017 20:24
redaksi - Bali Tribune
Gubernur
Keterangan Gambar: 
KUNJUNG - Gubernur saat berkunjung ke Desa Bukian, Gianyar.

BALI TRIBUNE - Memanfaatkan libur cuti bersama, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika  melaksankan kunjungan untuk memantau program gerbang sadu di Desa Bukian, Payangan, Sabtu lalu. Di desa ini gubernur terkejut dengan angka kk miskin yang masih banyak. Syukurnya kekecewaan langusng diredakan dengan temuan mesin air yang diyakini akan membantu masyarakat luas.

Gubernur Mangku Pastika, mengatakan tujuannya kedatangan ke Desa Bukian adalah untuk mengetahui langsung  manfaat dari keberadaan program gerbangsadu yang digulirkan ke desa-desa. Meski secara umum, program ini sudah mampu mengurangi kemiskinan, namun untuk Desa Bukian dinilai masih lapor merah.

Penurunan jumlah keluarga miskin dari 700 KK baru mancapai  402 KK dari 1500 KK dinilai sudah bagus. Namun jika melihat kondisi wilayah Bukian, Gubernur menargetkan  jumlahnyaa ditekan lagi hingga 100 KK. Bahkan untuk beberapa tahun ke depan, seharusnya tidak ada lagi KK miskin. “Seharis tidak boleh lagi ada KK Miskin di sini. Saya minta agar dicaritaua pemnyebaba dan solusinya,” pintanya.   

Namun kekecewan Gubernur langsung terobati dengan  karya inovatif anak muda setempat, yakini I Wayan Budiana. Berawaldrai kegundahannya terhadap kondisi alam Bukian yang kesulitan air, ia menciptakan sebuah mesin air bertenaga air yang dinilai efektif untuk mengatasi kesulitan air di sejumlah tempat. Wayan akan diundang Gubernur untuk melakukan survei ke tempat-tempat lain, salah satunya  di nusa penida yang kini terkendala air bersih.

Pada kesempatan itu juga, pastika meminta agar kk miskin yang tersisa sebanyak 402 KK tersebut segera dicari penyebab kemiskinannya. Kemudian diupayakan solusi yang tepat. Di sisi lain, gubernur  mengapresiasi  keberhasilan program gerbangsadu yang juga mempengaruhi sisi kreativitas dari masyarakat Desa Bukian.